Tuesday, January 5, 2016

Pertama kali masuk i-lab EF (English First)


Hari itu begitu siswa masuk kelas maka disuruh pindah oleh gurunya ke kelas lain yaitu i-lab. Wah…baru kali ini nih masuk ruangan i-lab nya EF (English First). Ada pelajaran apa sih disana ? Materi baru apa sih yang akan diajar disana ? Sambil saya jalan maka pikiran seperti itu melintas.


Tiba diruang i-lab. Ruangannya terisi komputer yang berderet-deret di samping kiri dan kanan. Setelah itu dijelaskan bahwa kita harus mengisi survey mengenai EF. Oalahhhhhhh…..kirain pelajaran apa ternyata disuruh mengisi survey yang hanya 5 atau 10 menit saja. Dan itupun untuk kepentingan EF sendiri. Busyet dah cari yang gampangnya aja. Padahal kalau ditempat lain mengisi survey dikasih souvenir.

Thursday, November 12, 2015

Tidak dapat Sertifikat di EF (English First)

Umumnya bila suatu lembaga kursus menyelenggarakan sebuah kursus apapun itu jenisnya misalnya bahasa Inggris, kecantikan, kepribadian dan lain-lain akan mendapatkan sertifikat sebagai tanda bahwa siswa telah berhasil menyelesaikan kursusnya di level tersebut.

Tidak seperti tempat kursus lainnya, di EF (English First) tidak mendapatkan sertifikat melainkan hanya mendapat rapot. Siswa akan mendapat sertifikat bila sebuah buku telah selesai dipelajari. Padahal untuk menyelesaikan sebuah buku bisa sampai enam level. Artinya siswa harus merogoh koceknya sebanyak enam kali pembayaran atau selama kurang lebih 1 tahun. Satu level kurang lebih dua bulan. Jadi 2 kali 6 sama dengan 12 bulan.

Bentuk dan kualitas bahan kertas yang dipakai untuk rapot dan sertifikat tentu saja berbeda. Kualitas rapot dibawah sertifikat.  Rapot terbuat dari kertas tebal (bahan karton) yang dilipat menjadi dua. Tidak terlihat mewah dan seperti sekedarnya saja.


Saran saya buat EF, English First. Sebaiknya setiap level mendapatkan sertifikat dan bukan rapot. Sebuah sertifikat merupakan kebanggaan bagi siswa dan dapat disimpan. Tetapi rapot mungkin besok sudah hilang entah kemana…karena tidak menarik.