Thursday, February 11, 2016

Sate Khas Senayan Membohongi Konsumen

Tanggal 8 Februari 2016 jatuh pada hari Senin dan merupakan libur nasional alias tanggal merah karena  hari raya Imlek. Untuk menikmati liburan maka sehari sebelumnya tepatnya hari Minggu saya dan keluarga makan malam di Sate Khas Senayan yang berada di dalam Mall Living World , Alam Sutera, Tangerang Selatan.




Saya tertarik dengan promosi yang  tercantum pada lembaran kertas yang dipakai sebagai alas tatakan di atas meja. Promosi ini menuliskan sebagai berikut :
             “ Penawaran Spesial.
Gratis Es Lengkeng untuk setiap pembelian menu Lontong Cap Go Meh Spesial Imlek
Dengan kartu kredit BCA anda berlaku untuk periode tertentu ”

Singkat cerita, ternyata Es Lengkeng nya tidak dapat. Hal ini saya tanyakan kepada waiter laki-laki mengapa tidak mendapat Es Lengkeng sesuai dengan promosi. Waiter tersebut menjawab bahwa promosi tersebut sudah tidak berlaku. Saya mengatakan bahwa ini kan promosi Imlek sedangkan Imlek sendiri kan baru terjadi besok, mengapa promosinya sudah tidak berlaku. Pegawai tersebut tidak bisa menjawab apa-apa. Saya juga mengatakan di brosur promosinya tidak disebutkan sampai kapan berlakunya. Dan yang bikin saya heran mengapa brosur tersebut dipasang di semua meja. Logika umum akan mengatakan bahwa promosi itu masih berlaku. Bila promosi tersebut tidak ada sebaiknya jangan dipasang di semua meja. Ini sebuah bentuk kebohongan atau dengan kata yang kasar, ini sebuah penipuan.

Saran saya kepada Sate Khas Senayan adalah :
-          - Jangan membohongi atau menipu konsumen

Monday, January 25, 2016

EF (English First) Terima Siswa Asal Saja


Pada umumnya setiap kursus atau lembaga pendidikan akan menerima siswa mulai dari awal kursus. Artinya adalah siswa akan masuk pada setiap awal level atau tingkat  atau term atau session dimulainya kursus tersebut. Misalnya bila lama kursus dua bulan maka diharapkan siswa mengikuti penuh selama dua bulan itu.

Berbeda dengan apa yang ada di EF (English First). Siswa bisa masuk kapan saja baik itu di perempat kursus atau dipertengahan kursus atau bahkan kursus sudah hampir selesai. Tentu saja hal ini kurang baik bagi si siswa itu sendiri karena harus mengejar ketinggalan pelajaran yang belum diikuti. Kalau mampu mengejar dalam waktu singkat mungkin tidak ada masalah. Bagaimana kalau siswa tidak mampu mengejarnya, tentu akan menjadi masalah.

Apakah EF (English First) hanya mementingkan uangnya saja, asal ada yang daftar ya diterima saja ? Masalah siswanya mampu atau tidak, bukan urusan EF (English First). Entahlah saya tidak tahu, yang tahu kan English First sendiri.


Saran saya sebaiknya EF (English First) tidak asal menerima siswa di tengah jalan. Tunggulah beberapa saat, toh satu tingkat hanya 2 bulan saja. Setelah itu siswa baru bisa bergabung dan disesuaikan tingkatnya serta memulai kursus dari awal bukan di tengah jalan. Dari sisi siswanya sendiri belajar dari awal lebih enak karena nantinya akan menguasai semua materi pelajarannya sehingga bisa ikut ujian dengan baik.