Wednesday, July 20, 2016

Bank Danamon memalsukan data, nasabah yang dirugikan (seri 2)

Beberapa bulan setelah itu, kartu ATM Danamon saya tidak bisa digunakan dan menurut tulisan yang ada di layar karena kartu sudah expired. Saya punya banyak kartu ATM dari bank lain tetapi tidak pernah ada tanggal expirednya dan baru Bank Danamon ini yang ada expirednya. Dari struk tulisannya saya disuruh datang langsung ke customer service.

Selanjutnya saya datang ke Bank Danamon yang ada di Mall Taman Anggrek. Saya menemui customer service dan ingin mengganti kartu ATM yang sudah expired. Saya membawa bukti kartu ATM, buku tabungan, KTP dan SIM. Selanjutnya saya ditanya nama ibu kandung. Nah disinilah muncul kembali masalah yang sama dengan sebelumnya. Jawaban saya dianggap salah dan ditolak untuk membuat ATM pengganti.

Saya ceritakan bahwa hal tentang nama ibu kandung ini sudah pernah dikomplainkan beberapa bulan sebelumnya di bank Danamon Central Park Mall. Ternyata belum beres-beres. History komplain di komputer tidak ada karena Danamon tidak mempunyai sistim tiket komplain. Padahal bank lain mempunyai sisim tiket yang terkomputerisasi. Artinya setiap pelanggan komplain akan mendapat nomor tiket. Dan bila pelanggan ingin menanyakan status perkembangan komplainnya, tinggal menyebutkan nomor tiketnya saja. Maka secara otomatis akan muncul status komplain dan historinya tersebut di layar.

Mengapa sudah berbulan-bulan tidak beres-beres mengenai nama ibu kandung ini ? Customer service yang bernama Fitri tidak bisa menjawab dan disarankan datang ke bank Danamon Central Park Mall. Lha Danamon kan tidak punya sistim tiket, kalau saya pergi ke Danamon Central Park kan sama saja, mereka tidak tahu komplain sebelumnya. Saya pun disuruh datang ke cabang Danamon saat buka tabungan. Busyet deh…jauh sekali itu jaraknya kurang lebih 35 km dari Mall Taman Anggrek. Saya keberatan karena semua data dan bukti menunjukkan saya benar-benar pemilik tabungan kenapa harus dipersulit dengan sebuah pertanyaan nama ibu kandung. Saya menyampaikan argument bahwa  :

1    Bukti-bukti kartu ATM, buku tabungan, KTP dan SIM sudah ada. Tidak ada alasan customer service menolak.
2    Logikanya setiap orang pasti tahu nama ibu kandungnya. Jadi saya yakin nama yang saya sebut adalah benar dan valid apalagi untuk urusan perbankan.
3    Jumlah saldo tabungan hanya sedikit dibawah lima juta. Untuk apa saya berbuat kriminal untuk uang yang sedikit (Mengaku-ngaku tabungan orang lain) ? Untuk apa mencurigai saya terhadap uang yang tidak seberapa ini. Karena tabungan saya sendiri walau sedikit harus saya perjuangkan. Itu hak saya, uang saya.

Customer service dengan angkuhnya tetap menolak penggantian kartu ATM dengan alasan sesuai aturan Danamon. Fitri menyuruh untuk datang ke cabang Danamon saat buka tabungan sambil membawa akte kelahiran. Padahal seharusnya tugas seorang customer service adalah membantu pelanggan bila mempunyai masalah dan mencari solusinya. Seharusnya masalah ini bisa selesai dalam 1 detik saja bila ada kebijaksanaan dari Fitri. Oh ya sepertinya Fitri ini jabatannya supervisor. Tapi karena angkuhnya dengan berkedok prosedur maka masalah menjadi bertele-tele dan tidak solved. Fotonya terlampir.



Saya yakin ini kesalahan mereka sendiri atau sistim komputer mereka. Saya minta disebutkan nama yang tertulis dikomputer agar saya bisa mengklarifikasinya  tetapi mereka menolak. Saya minta inisialnya saja juga mereka menolak.

Saya menyarankan agar menghubungi cabang Danamon asal untuk memverifikasi form pembukaan tabungan yang pernah dibuat dulu. Apakah nama yang tercantum disana, apakah salah input data operatornya atau bgm.  Awalnya Fitri menolak tetapi karena saya tidak mau akhirnya dia bersedia menghubungi cabang asal. Namun dengan embel-embel jawabannya bisa lama  berjam-jam. Saya mewanti-wanti agar hari ini beres masalahnya. Semula ingin menunggui tapi disarankan pulang karena akan ditelpon nanti dengan mencatat nomor telepon saya. Namun setelah berjam-jam dan berganti hari tidak ada telepon darinya. Ini kan namanya membohongi pelanggan. Tidak professional sama sekali. Sudah janji tapi diingkari. (bersambung)

Sunday, July 10, 2016

Mrs. Inggrid Guru EF (English First)

Saya akan memberikan komentar mengenai Mrs. Ixxxd yang berasal dari Afrika Selatan. Usianya sekitar 35 sampai 40 tahunan dengan kulit putih dan tidak seperti orang Afrika pada umumnya yang berkulit hitam. Wajahnya cantik dengan hidung yang mancung. Secara umum fisiknya ok dan menarik. Kalau boleh dibilang mirip dengan aktris Famke Janssen pemeran Jean Grey dalam film X-Men.

Dalam hal belajar mengajar Bahasa Inggris maka menurut pendapat saya secara umum kurang bagus. Mengapa ? karena sebagai guru memiliki banyak kelemahan yang bisa saya jelaskan sebagai berikut :
-          - Pronunciation (pelafalan) nya tidak jelas
-          - Dialogue (dialog) nya sedikit
-          - Dialect (dialek) nya agak sengau atau bindeng mirip dialek Perancis
-          - Intonation (intonasi) nya datar
-          - Diction (artikulasi) nya tidak jelas
  - Style (gaya bahasa) nya bukan Amerika atau juga bukan British

Demikianlah penilaian ini yang dibuat dari sudut pandang pribadi.

Bank Danamon memalsukan data, nasabah yang dirugikan (seri 1)



Peristiwa ini seharusnya tidak perlu terjadi apabila Bank Danamon tidak melakukan kesalahan fatal yang berakibat merugikan nasabah.

Awal cerita di mulai karena tabungan saya di non aktifkan secara sepihak oleh Bank Danamon. Hal ini saya ketahui setelah di telepon oleh pihak Bank Danamon. Saya bertanya karena alasan apa tabungan saya di non aktifkan dan dijawab karena selama 6 bulan tidak ada transaksi. Saya pun membela diri bahwa dalam 6 bulan ini ada transaksi kok. Tetapi  si penelepon tetap bersih keras mengatakan tidak ada transaksi. Saya pun disuruh datang ke customer service Bank Danamon untuk mengaktifkan kembali.
Saya datang ke Bank Danamon yang berada di Central Park Mall. Saya sampaikan ke customer servicenya (CS) bahwa ingin mengaktifkan tabungan di mana sebelumnya di non aktifkan secara sepihak oleh Bank Danamon. Sebagai bukti kepemilikan saya sertakan buku tabungan, kartu ATM dan KTP. Customer service (CS) menanyakan data-data pribadi dan salah satunya adalah nama ibu kandung. Nah disinilah pangkal masalahnya. Jawaban saya dianggap tidak sama dengan data di komputer mereka.

Saya mengatakan bahwa nama ibu kandung yang benar adalah yang saya sebut. Saya pun ingin tahu yang di komputer tertulis apa tetapi CS tidak mau menyebutkan. Inisialnya saja juga ditolak. Sehingga pengaktifan tabungan pun gagal. Hal ini tentu saja membuat saya kesal. Mengapa ? Saya pun protes karena pertama, tidak ada alasan untuk menon aktifkan tabungan karena saldonya diatas saldo minimum. Kedua, mereka beralasan dalam waktu 6 bulan tidak ada transaksi padahal dari buku tabungan terlihat ada transaksi. Ketiga, CS mengatakan sudah sesuai peraturan padahal pihak bank tidak berhak menonaktifkan secara sepihak dan dalam form yang ditanda tangani oleh nasabah, hal itu tidak ada. Keempat, tabungan tersebut adalah benar milik saya dengan adanya buku tabungan, kartu ATM, dan KTP seharusnya tidak menolak untuk mengaktifkan kembali tabungan tsb. Kelima, jumlah tabungan kecil sehingga tidak ada unsur menipu atau kriminal.
CS tidak bisa menjawab apa-apa dan hanya berdalih menjalankan peraturan saja. Saya pun mewanti-wanti bahwa menonaktifkan tabungan sembarangan bisa dituntut secara hukum karena nasabah dirugikan. Mengingat tidak ada titik temu akhirnya saya minta diuruskan tentang nama ibu kandung dan merubahnya ke yang benar serta pengaktifan tabungan mengingat keduanya saling terkait. CS berjanji akan menyampaikannya ke cabang asal.

Kesal dan kecewa atas sistim yang ada di bank Danamon baik dari sistim komputernya maupun prosedurnya. Saya yakin sistim komputernya salah tapi apa daya dengan angkuhnya CS merasa sistim komputernya benar. (bersambung)

Thursday, April 28, 2016

Ada penambahan poster.


Akhir-akhir  ini ada penambahan poster  di dalam ruang kelas EF.  Gambar poster disesuaikan dengan nama kelasnya. Misal nama kelas Miami maka posternya juga tentang Miami. Sebelumnya dinding ruang kelas kosong melompong. 

Sayangnya penambahan ini tidak dilakukan menyeluruh dalam arti keindahan dan kebersihan maka tembok-tembok yang kotor masih banyak terlihat. Belum ada tindakan dibersihkan atau di cat ulang dsb.

Thursday, February 11, 2016

Sate Khas Senayan Membohongi Konsumen

Tanggal 8 Februari 2016 jatuh pada hari Senin dan merupakan libur nasional alias tanggal merah karena  hari raya Imlek. Untuk menikmati liburan maka sehari sebelumnya tepatnya hari Minggu saya dan keluarga makan malam di Sate Khas Senayan yang berada di dalam Mall Living World , Alam Sutera, Tangerang Selatan.




Saya tertarik dengan promosi yang  tercantum pada lembaran kertas yang dipakai sebagai alas tatakan di atas meja. Promosi ini menuliskan sebagai berikut :
             “ Penawaran Spesial.
Gratis Es Lengkeng untuk setiap pembelian menu Lontong Cap Go Meh Spesial Imlek
Dengan kartu kredit BCA anda berlaku untuk periode tertentu ”

Singkat cerita, ternyata Es Lengkeng nya tidak dapat. Hal ini saya tanyakan kepada waiter laki-laki mengapa tidak mendapat Es Lengkeng sesuai dengan promosi. Waiter tersebut menjawab bahwa promosi tersebut sudah tidak berlaku. Saya mengatakan bahwa ini kan promosi Imlek sedangkan Imlek sendiri kan baru terjadi besok, mengapa promosinya sudah tidak berlaku. Pegawai tersebut tidak bisa menjawab apa-apa. Saya juga mengatakan di brosur promosinya tidak disebutkan sampai kapan berlakunya. Dan yang bikin saya heran mengapa brosur tersebut dipasang di semua meja. Logika umum akan mengatakan bahwa promosi itu masih berlaku. Bila promosi tersebut tidak ada sebaiknya jangan dipasang di semua meja. Ini sebuah bentuk kebohongan atau dengan kata yang kasar, ini sebuah penipuan.

Saran saya kepada Sate Khas Senayan adalah :
-          - Jangan membohongi atau menipu konsumen

Monday, January 25, 2016

EF (English First) Terima Siswa Asal Saja


Pada umumnya setiap kursus atau lembaga pendidikan akan menerima siswa mulai dari awal kursus. Artinya adalah siswa akan masuk pada setiap awal level atau tingkat  atau term atau session dimulainya kursus tersebut. Misalnya bila lama kursus dua bulan maka diharapkan siswa mengikuti penuh selama dua bulan itu.

Berbeda dengan apa yang ada di EF (English First). Siswa bisa masuk kapan saja baik itu di perempat kursus atau dipertengahan kursus atau bahkan kursus sudah hampir selesai. Tentu saja hal ini kurang baik bagi si siswa itu sendiri karena harus mengejar ketinggalan pelajaran yang belum diikuti. Kalau mampu mengejar dalam waktu singkat mungkin tidak ada masalah. Bagaimana kalau siswa tidak mampu mengejarnya, tentu akan menjadi masalah.

Apakah EF (English First) hanya mementingkan uangnya saja, asal ada yang daftar ya diterima saja ? Masalah siswanya mampu atau tidak, bukan urusan EF (English First). Entahlah saya tidak tahu, yang tahu kan English First sendiri.


Saran saya sebaiknya EF (English First) tidak asal menerima siswa di tengah jalan. Tunggulah beberapa saat, toh satu tingkat hanya 2 bulan saja. Setelah itu siswa baru bisa bergabung dan disesuaikan tingkatnya serta memulai kursus dari awal bukan di tengah jalan. Dari sisi siswanya sendiri belajar dari awal lebih enak karena nantinya akan menguasai semua materi pelajarannya sehingga bisa ikut ujian dengan baik.

Thursday, January 14, 2016

Bom di dekat Sarinah

Kebetulan lagi ada di dekat daerah Sarinah mungkin 1 km jaraknya. Wah.... serem banget suasananya.

Tuesday, January 12, 2016

Malam Tahun Baru 2016

Acara malam tahun baru kemana ya enaknya? Jalan-jalan keliling kota, ikutan pawai, nonton kembang api atau makan-makan ? Pasti setiap orang berbeda-beda keinginannya.

Saya memutuskan untuk pergi ke Mall Living World sekalian belanja di Informa karena ada acara Midnight Sale. Dalam acara ini ada promosi buy 1 get 1. Lumayanlah…. Namun ada syarat dan ketentuannya (saya tulis besok aja ya).

Setelah pukul 23:00 saya memutuskan untuk pulang ke rumah karena kuatir jalanan macet dengan pawai atau konvoi. Benar juga, pada saat itu sudah banyak sepeda motor dan mobil berhenti dipinggir jalan sekitar Mall Living World sampai bunderan alam sutera. Ditambah lagi dengan pedagang kaki lima yang berjualan makanan dan minuman serta terompet  yang berderet-deret.  Rupa-rupanya mereka menunggu acara kembang api di mulai. Lalu lintas macet. Untunglah selepas dari bunderan alam sutera lalu lintas menjadi lancar.


Sampailah dirumah dan beberapa saat kemudian tepat jam 12 malam dan kembang api sudah bertaburan diudara. Sayapun cukup melihat dari rumah dan tidak perlu jauh-jauh pergi. 

Friday, January 8, 2016

Ruang Kelas EF (English First) Bersih atau Kotor ?

Bila kita pertama kali datang ke EF (English First) pasti akan senang dengan suasana dan dekorasi juga kelas di lantai satu. Terlihat eye catching dan tampak bersih karena dinding kelasnya dari kaca. Sehingga pengunjung dapat melihat isi kelas dari luar. Dan biasanya receptionist juga akan menunjukkan kelas di lantai satu tersebut sebagai referensi contoh kelasnya. Biasanya dia akan ngomong sbb: “saya tidak bisa menemani ke lantai 2 dan 3 untuk melihat kelas-kelasnya. Kalau mau, bisa naik sendiri keatas. Tapi contoh kelasnya seperti itu sambil menunjuk kelas berdinding kaca tersebut. Kebanyakan orang sudah cukup puas melihat kondisi kelas tersebut dan tidak naik ke lantai 2 dan 3.

Namun bila kita melihat kelas di lantai 2 dan 3 maka banyak kelas yang kondisinya kotor, berbau pengap dan AC tidak dingin. Kadang kala ada karpet yang kucel, kumal dan sudah sobek dll. Juga ditemui  dinding kelas yang kotor karena debu atau ada coretan-coretan. Sepertinya perawatan dan managemen kebersihan kelas jarang dilakukan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah toilet yang baunya kurang sedap.


Mudah-mudahan EF (English First) sadar dan dapat melakukan perawatan dan memanage kebersihan kelas dan toilet dengan baik.




Tuesday, January 5, 2016

Pertama kali masuk i-lab EF (English First)


Hari itu begitu siswa masuk kelas maka disuruh pindah oleh gurunya ke kelas lain yaitu i-lab. Wah…baru kali ini nih masuk ruangan i-lab nya EF (English First). Ada pelajaran apa sih disana ? Materi baru apa sih yang akan diajar disana ? Sambil saya jalan maka pikiran seperti itu melintas.


Tiba diruang i-lab. Ruangannya terisi komputer yang berderet-deret di samping kiri dan kanan. Setelah itu dijelaskan bahwa kita harus mengisi survey mengenai EF. Oalahhhhhhh…..kirain pelajaran apa ternyata disuruh mengisi survey yang hanya 5 atau 10 menit saja. Dan itupun untuk kepentingan EF sendiri. Busyet dah cari yang gampangnya aja. Padahal kalau ditempat lain mengisi survey dikasih souvenir.

Thursday, November 12, 2015

Tidak dapat Sertifikat di EF (English First)

Umumnya bila suatu lembaga kursus menyelenggarakan sebuah kursus apapun itu jenisnya misalnya bahasa Inggris, kecantikan, kepribadian dan lain-lain akan mendapatkan sertifikat sebagai tanda bahwa siswa telah berhasil menyelesaikan kursusnya di level tersebut.

Tidak seperti tempat kursus lainnya, di EF (English First) tidak mendapatkan sertifikat melainkan hanya mendapat rapot. Siswa akan mendapat sertifikat bila sebuah buku telah selesai dipelajari. Padahal untuk menyelesaikan sebuah buku bisa sampai enam level. Artinya siswa harus merogoh koceknya sebanyak enam kali pembayaran atau selama kurang lebih 1 tahun. Satu level kurang lebih dua bulan. Jadi 2 kali 6 sama dengan 12 bulan.

Bentuk dan kualitas bahan kertas yang dipakai untuk rapot dan sertifikat tentu saja berbeda. Kualitas rapot dibawah sertifikat.  Rapot terbuat dari kertas tebal (bahan karton) yang dilipat menjadi dua. Tidak terlihat mewah dan seperti sekedarnya saja.


Saran saya buat EF, English First. Sebaiknya setiap level mendapatkan sertifikat dan bukan rapot. Sebuah sertifikat merupakan kebanggaan bagi siswa dan dapat disimpan. Tetapi rapot mungkin besok sudah hilang entah kemana…karena tidak menarik.

Friday, November 6, 2015

Mengantri lama di stasiun Gambir

Ada yang baru di stasiun kereta api Gambir yaitu sistim antriannya menggunakan tiket nomor.  Nomor antrian diambil dari mesin yang disediakan dan selanjutnya nomor akan dipanggil melalui pengeras suara. Sayangnya tidak ada display nomor pada masing-masing loketnya sehingga pengunjung tidak tahu nomor berapa sekarang yang sedang dilayani oleh loket. Ada sih sebenarnya TV kecil di pojok tapi kondisinya rusak atau tidak berfungsi. Kemungkinan TV ini menampilkan nomor antrian yang sedang dipanggil. Tapi ya itu tadi rusakkkkkk…. Padahal sistim ini termasuk baru. Karena seminggu yang lalu saya pesan tiket masih mengantri biasa.

Hari itu saya datang sekitar jam 13:30, namun kekecewaan yang di dapat. Dengan sistim baru ini maka pengambilan nomor dibatasi sampai jam 13:00. Jadinya saya tidak bisa membeli tiket kereta api hari itu. Padahal didepan loket tertulis loket tutup jam 16:00. Pelayanan yang diberikan oleh PT.Kereta api bukannya semakin maju tetapi semakin mundur saja. Lucunya untuk pembatalan tiket buka pagi banget jam 05:00 dan tutupnya malam banget jam 21:30.

Disana memang ada loket mandiri seperti ATM namun karena saya membeli tiket untuk usia manula maka saya tidak menggunakan loket tersebut. Karena bila membeli di loket mandiri maka saya tidak dapat diskon 20 %. Termasuk kalau belinya lewat internet juga tidak dapat diskon makanya saya tetap memilih lewat loket biasa. Terpaksa pulang dengan kecewa.

Besoknya saya pergi lagi ke Gambir dan mendapat antrian nomor 86 pada jam 9:34. Nomor yang dilayani saat itu nomor 25. Dengan sistim baru ini bukannya tambah cepat tetapi tambah lambat. Setiap panggilan melalui pengeras suara berarti ada jeda waktu loket kosong. Belum lagi kalau orangnya tidak datang maka panggilan akan diulang lagi. Pelayanan tambah lambat lagi karena loket yang buka hanya 3 buah dari 4 loket yang ada (1 tutup). Ditambah lagi seringnya pegawai loket pergi entah kemana (mungkin makan atau minum atau ke toilet) sehingga sisa 2 loket. Akhirnya tiba giliran saya di loket pada jam 11:20. Nyaris hampir 2 jam lamanya menunggu antrian.





Saran saya pada PT.Kereta api antara lain :
-          Tambah jumlah loket yang ada menjadi 5 buah
-          Pasang display nomor antrian di depan masing-masing loket
-          Diskon untuk usia manula diberlakukan juga di mesin loket mandiri yang mirip ATM
        dan pemesanan lewat internet.
-          Jam tutup diperpanjang sampai malam (kalau perlu 24 jam).
-          Pengambilan nomor antrian jangan dibatasi sampai jam 13:00 melainkan sampai malam
        (kalau perlu 24 jam).

Wednesday, November 4, 2015

Rumah Makan Pesta Keboen Semarang banyak nyamuknya


Sudah hobi saya bila pergi ke luar kota maka wisata kuliner menjadi tujuan untuk menikmatinya. Maka rumah makan Pesta Keboen menjadi tujuan di Semarang. Letaknya berada di jalan Veteran Semarang.

Saya tidak menemukan intisari dari dari kata Keboen atau kebun. Asumsi saya adalah di dalam rumah makan itu ada kebunnya, tanaman atau pohon, tanah lapang dan udara segar. Tapi semuanya itu tidak ada, yang ada justru dekorasi sepeda tua putih.

Makanan yang dicoba adalah udang asam manis dengan jumlah porsi yang sedikit sekitar 8 ekor dengan ukuran yang kecil dan bukan jumbo. Sup ayam yang lebih banyak kuahnya. Sup bakso dan mihun yang mana baksonya kecil-kecil. Buntut goreng dengan bumbu coklatnya. Salad kentang dan nanas.

Kalau menurut saya, rasa makanannya biasa saja dan tidak istimewa. Nama rumah makannya tidak mencerminkan suasana yang sebenarnya. yang jadi masalah adalah banyak nyamuk yang beterbangan di meja makan dan sekitarnya sehingga mengganggu sekali dengan gigitannya yang berakibat gatal-gatal. Hal ini sudah saya laporkan kepada pegawainya tetapi yang bersangkutan kebingungan untuk menjawabnya dan tidak tahu solusinya. Saya ingin pinjam raket pengusir nyamuk namun dijawab tidak ada. Kedua tangan saya selalu tepak tepuk nyamuknya sehingga mengurangi kenyamanan dalam bersantap makan disana.

Saran saya kepada pemilik rumah makan Pesta Keboen Semarang adalah jagalah kebersihan. Adanya banyak nyamuk di meja makan menunjukkan adanya tempat yang kotor. Gunakan berbagai cara untuk menghilangkan nyamuk sehingga pengunjung tidak digigit nyamuk sampai bentol-bentol.

Friday, October 30, 2015

Toilet Stasiun Tawang Semarang


Hari itu saya sedang berada di kota Semarang Jawa Tengah. Untuk kembali ke Jakarta saya memutuskan untuk naik kereta api. Pembelian tiket kereta api dilakukan di stasiun Tawang. Deretan loket sudah tersedia di teras luar dengan antrian melalui nomor yang akan dipanggil melalui pengeras suara. Jangan kaget bila nomornya sampai ribuan. Entahlah benar atau tidak bila yang antri sampai ribuan, yang saya dengar antrian sudah mencapai 3500 sekian. Hufffff….
 
 

Pada saat menunggu antrian loket terasa hendak buang air kecil maka saya mencari toilet dan ternyata hanya ada satu kamar toilet saja. Letaknya tepat berada di samping loket. Sayangnya laki-laki dan perempuan , semuanya campur menggunakan toilet tersebut. Haduhhhhh……

Saran saya kepada PT. Kereta Api Semarang adalah jumlah toiletnya ditambah. Toilet pria dan perempuan dipisahkan sendiri-sendiri. Minimal harus ada 2 toilet pria dan 2 toilet perempuan sehingga totalnya minimal 4 kamar toilet. Bisa ?

Friday, October 16, 2015

Ada denda di EF (English First)


Tidak seperti di tempat kursus pada umumnya, di EF (English First) bila kita terlambat membayar uang kursus maka akan dikenakan denda. Suatu hal yang tidak lazim dalam dunia pendidikan. Mau dikemanakan arti sebuah pendidikan bila semuanya dihitung secara bisnis dan ekonomi yang ujung-ujungnya untuk mencari keuntungan semata.



Sejatinya dalam dunia pendidikan, unsur pengorbanan lebih besar dari pada unsur komersial. Jangan sampai dikatakan sedikit-sedikit uang, ini uang, itu uang. Jangan sampai makna EF berubah menjadi Extra Fine yang berarti denda tambahan.

Seharusnya EF (English First) menerapkan customer relation management dan customer retention management untuk membina hubungan yang baik dengan siswa atau orang tua siswa sebagai konsumennya. Bila tidak ingin ditinggal oleh konsumennya maka EF (English First) harus mau berubah.

Tuesday, October 13, 2015

Promo roti Bread Life lumayan

Dua minggu yang lalu saat pergi ke Mall Teras Kota BSD untuk membeli roti di Bread Life ternyata sudah makin sepi saja pembelinya. Tidak hanya pembeli yang sepi, roti jualannya juga ikut sepi alias tidak banyak macam ragamnya. Bila dilihat disana sudah tidak ada pegawai yang membuat dan memanggang roti. Tidak ada aktivitas mengolah tepung dan tidak tampak peralatan-peralatan stainless stell yang biasanya bisa dilihat oleh pembeli.

Jumlah karyawannya juga dikurangi dan semakin sedikit bahkan kadang kala hanya 1 orang saja yang bertugas merangkap sebagai kasir dan menata roti-roti dalam rak pajangan. Roti-roti tidak dibuat di tempat tersebut melainkan dikirim dari tempat lain. Hal ini membuat roti menjadi tidak fresh.

Satu minggu yang lalu, saya pergi ke Mall Teras Kota BSD dan ternyata toko roti ini sudah tutup. Sayang sekali. Mungkin karena jumlah pembelinya sedikit atau rotinya tidak laku sehingga akhirnya gulung tikar.
 
Hari ini saya pergi ke Aeon Mall BSD dan saya mengunjungi toko roti Bread Life. Seperti biasa roti-roti kesukaan saya sudah berada di nampan belanja yaitu Hokaido, Choco Melt, Rugby, Flossy Hotie, Flossy Signature dan Wheat Toast. Total belanja lebih dari Rp. 60 ribu sehingga saya mendapat voucher belanja sebesar Rp. 10 ribu sebanyak dua buah.

Rupa-rupanya sedang ada promo bila membeli Rp. 30 ribu maka akan mendapat voucher seharga Rp. 10 ribu. Karena saya membeli Rp.60 ribu lebih maka saya dapat voucher dua buah. Voucher dapat digunakan untuk pembelian selanjutnya. Lumayan bukan ?

Thursday, October 8, 2015

Tanggal merah tidak diganti EF (English First)


Apa arti kata dari kursus ? Kursus adalah pelajaran tentang suatu pengetahuan atau keterampilan yang diberikan dalam waktu singkat. Ya, benar singkat. Materi, kurikulum dan silabus sudah dibuat sedemikian rupa dengan jumlah jam yang ada.

EF (English First) adalah sebuah kursus dalam bidang bahasa Inggris. Tiap satu tingkat di EF (English First) mempunyai waktu 32 jam pelajaran yang ditempuh dalam waktu 16 kali pertemuan. Masing-masing pertemuan berlangsung selama 2 jam yang biasanya dilakukan 2 kali dalam seminggu.

Yang menjadi masalah di EF (English First) adalah bila ada tanggal merah atau hari libur maka kelas akan diliburkan juga. Namun hari libur tersebut akan memotong dan mengurangi jumlah pertemuan yang ada. Artinya, tidak ada perpanjangan kursus atau tidak ada hari pengganti. Hal ini tentu saja merugikan siswa-siswanya.

Seharusnya EF (English First) berpatokan pada jumlah jam kursus yang diikuti yaitu 32 jam atau komitmen pada jumlah pertemuan yang dideklarasikan diawal yaitu 16 kali pertemuan. Sehingga apabila ada hari libur maka EF (English First) berkewajiban mengganti hari tersebut dengan hari lain.

Bila ada 1 tanggal merah berarti siswa telah kehilangan 6,25 % pertemuan. Selanjutnya bila ada 2 tanggal merah maka siswa telah kehilangan 12,5 % pertemuan. Kemudian bila ada 3 tanggal merah maka siswa telah kehilangan 18,75 % pertemuan. Sayang bukan ?

Saran saya terhadap EF (English First) adalah sebaiknya diadakan hari pengganti untuk libur tanggal merah. EF (English First) harus konsekuen dengan jumlah pertemuan atau jumlah jam yang dinformasikan di awal pendaftaran.

Monday, September 28, 2015

Promosi Hypermart menyesatkan dan beda harga

Kemaren baru saja dari Hypermart yang berada di Mall WTC Serpong untuk membeli beberapa keperluan. Seperti biasanya saya mengambil kereta dorong atau troly yang berada di samping pintu masuk Hypermart. Aduh… troly pertama tidak bisa ditarik. Pindah ke deret sampingnya dan ambil lagi troly tapi susah ditarik lagi. Akhirnya pada deret ketiga troly baru bisa benar-benar jalan normal.

Saya masuk kedalam sambil membawa katalog belanja. Pada buku katalog atau brosur terpampang ada promosi “baby and kids fair”. Dijelaskan dalam tulisannya bahwa setiap pembelian Rp.300.000,- produk sponsor mendapat voucher belanja Rp.25.000,-.  Hal ini berlaku untuk tanggal 24 September 2015 dan 6 Oktober 2015. Wah… lumayan juga nih.

Barang-barang belanjaan satu demi satu masuk ke dalam troly termasuk juga susu dan pampers yang merupakana produk promosi baby and kids fair. Sayapun bertanya kepada seorang pegawai disana mengenai syarat dan ketentuan promosi ini. Dia menjawab bahwa minimal belanja Rp.300.000,- dari perusahaan sponsor yang bekerja sama dengan hypermart. Daftar perusahaan atau merek bisa dilihat di katalog. Ok, saya pikir hal itu normal adanya.

Barang-barang belanjaan yang dicari sudah lengkap maka saya pun menuju kasir dan melakukan pembayaran. Selesai membayar, saya tidak mendapat voucher. Saya bertanya kok tidak dapat voucher padahal nilai belanja saya sudah lebih dari Rp.300.000,- dan barang belanjaan saya mereknya tercantum dalam katalog. Kasirnya agak bingung juga untuk menjawabnya dan saya disuruh menanyakan ke customer service.

Saya menuju ke customer service dan menanyakan hal tersebut dan dilayani oleh seorang wanita. Dia mengatakan bahwa promosi itu hanya berlaku untuk yang ada gambarnya saja. Misalnya saja pada gambar pampers merek Goon ukuran kecil sedangkan saya membeli pampers Goon ukuran besar maka saya tidak mendapat voucher. Saya menunjukkan buku katalognya dan disitu tertulis “produk sponsor” yang berarti semua produk sponsor atau merek tersebut. Seharusnya baik ukuran kecil atau ukuran besar tidak ada masalah karena masih dari sponsor yang sama. Namun dia tetap keukeh peraturannya seperti itu. Ya terpaksa deh mengalah. Saya menyarankan kepadanya agar disampaikan kepada atasannya kalau membuat promo itu yang jelas dan tidak menyesatkan
 
Saya juga melakukan komplain karena ada perbedaan harga antara label di rak dan harga di struk atau kwitansi. Harga pampers merek Goon label di rak tertulis Rp.123.000,- sedangkan harga di struk terlihat Rp.143.000,-. Lumayan kan ada selisih Rp.20.000,-.  Parahnya lagi ada tulisan dengan karton besar di tengah-tengah jalan utama tempat barang-barang promo berada, harga pampers merek Goon adalah Rp.123.000,-.
 
 
Kali ini customer service tidak bisa mengelak. Setelah dilakukan pengecekan ternyata terbukti bahwa harga di rak berbeda dengan harga di struk belanja. Alasannya adalah harga di rak adalah harga lama dan belum diganti. Sayapun mendapat pengembalian uang Rp.20.000,-. Strukpun digunting olehnya.

Sebaiknya Hypermart membuat promosi yang jelas dan benar serta lengkap keterangannya sehingga tidak menyesatkan bagi konsumen setianya.

Tuesday, September 22, 2015

Kecewa EF (English First) membatalkan E+


Seminggu sebelumnya Miss E mengisi formulir E+ sebagai pelajaran tambahan. Sehari sebelum E+ dilaksanakan maka Miss E dihubungi oleh EF (English First) dan mendapat konfirmasi bahwa E+ jadi dilaksanakan  besok pada pukul 18:45 dengan gurunya native speaker.

Pada hari pelaksanaannya siswa yang datang hanya dua orang yaitu Miss E dan saya. Kami berdua menuju receptionist dan menanyakan ruangan E+. Kami segera menuju ruangan tersebut di lantai dua tepat pukul 18:45. Suasana ruangan masih kosong melompong dan kami menunggu teman-teman kami dan juga gurunya. Pukul 19:00 tidak ada siswa lainnya yang datang dan gurunya juga belum muncul.

Kami turun kembali ke meja receptionist dan menanyakan tentang gurunya yang belum datang. Pegawai disitu tidak tahu dan akan menanyakan ke temannya yang ada di ruangan kasir. Sementara itu kami disuruh kembali ke kelas untuk menunggu. Selanjutnya datang seorang wanita yang mengaku orang yang mengurus tentang E+.  Dia mengatakan bahwa gurunya tidak datang karena sakit jadi kelas dibatalkan.

Tentu saja kami berdua kecewa sekali karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Kalau diinfokan sebelumnya mungkin kami bisa menerimanya dan kami juga tidak datang ke tempat EF (English First) jauh-jauh. Kekesalan Miss E diungkapkan secara langsung kepada pegawai tersebut. Pegawai tersebut hanya bisa meminta maaf.

Saya mencoba bernegosiasi kepada pegawai tersebut dengan menyarankan sebaiknya mencari guru pengganti siapa saja dan pelajaran apa saja terserah. Sekedar bincang-bincang conversation juga gak apa-apa. Sayang kan sudah datang tapi langsung pulang lagi, sia-sia rasanya. Namun pegawai tersebut tetap ngotot tidak bisa. Karena guru yang sudah ditunjuk oleh EF wajib untuk mengajar dan tidak ada cadangannya.

Saya menganjurkan untuk mencari guru pengganti namun dijawab tidak ada. Saya pun mengatakan belum juga dicari gurunya sudah bilang tidak ada guru sama sekali. Akhirnya dengan sedikit terpaksa dia turun kebawah untuk mencari guru pengganti dan kita disuruh menunggu.

Kemudian dia datang lagi dan mengatakan tidak ada guru yang available untuk menggantikan. Entahlah dia kebawah itu benar-benar mencari atau tidak, kita tidak tahu. Hanya saja setahu saya banyak guru-guru yang  berkumpul di ruang guru.

Dia menyarankan untuk request E+ ulang. Miss E tidak setuju karena akan menunggu waktu seminggu atau dua minggu lagi prosesnya. Dengan perasaan kecewa kami berdua pulang tanpa ilmu yang didapat hari itu.

Friday, September 18, 2015

Serunya nonton bioskop dengan Dolby Atmos

Kemaren saya baru saja menonton film di bioskop XXI yang berada di Aeon Mall BSD City Tangerang Selatan. Film yang diputar adalah Maze Runner : The Scorch Trials. Filmnya sendiri bagus dan menarik serta penuh dengan adegan action juga drama.

Sebenarnya yang paling menarik adalah tata suara yang dipakai oleh bioskop Aeon ini. Kebetulan saya menonton di studio 2 yang mempunyai sistim tata suara Dolby Atmos yang merupakan tekhnologi terbaru dalam dunia tata suara bioskop. Sebelumnya mungkin kita sudah mengenal tata suara Dolby Stereo, Dolby 5.1 (Digital), Dolby 7.1 (Surround) dan THX. Nah Dolby Atmos inilah yang merupakan terbaru dan satu-satunya di wilayah Tangerang Selatan.
 
Saya baru pertama kali ini menonton film di bioskop dengan fasilitas Dolby Atmos. Yang membedakan sistim baru ini dengan yang lama adalah banyak speaker yang dipasang di atas kita atau di atap. Jadi saya berada dalam ruangan yang dikelilingi oleh speaker dimana-mana baik di depan, samping kiri, samping kanan, belakang dan atas. Untungnya bagian bawah tidak ada speakernya atau rencana untuk tekhnologi baru ke depannya. Ha...ha...ha…

Hasil suaranya tentu saja sangat bagus, jernih, menggelegar dan terasa megah. Mungkin anda perlu untuk mencoba yang namanya Dolby Atmos.