Tuesday, July 28, 2015

Servis Sepeda Motor


Seperti biasanya secara regular saya menservis sepeda motor saya  di bengkel resmi Honda atau yang biasa disebut dengan AHASS. Bengkel AHASS ada banyak dan tersebar dimana-mana. Mengapa memilih AHASS ? Karena sudah jelas bengkel tersebut resmi dari Honda dan bukan bengkel perseorangan. Walaupun mungkin pemiliknya perseorangan namun setidaknya secara kualitas, prosedur, spare part dan mekanik mengikuti standard Honda. Mengenai harga memang sedikit lebih mahal dari pada bengkel biasa namun setidaknya ada jaminan kualitas dan keaslian barang yang didapat. Jadi tidak masalah bagi saya.

Hari itu saya memilih bengkel Honda AHASS di jalan meruya utara yang namanya Meruya Motor. Dulu saya sudah pernah datang kesini jadi ini kedua kalinya saya service disana. Antrian cukup banyak. Sekarang yang namanya pergi ke bengkel harus punya effort yang cukup tinggi terutama untuk segi waktu dan menunggu.

Namanya service rutin atau tune up jadi semua bagian akan dibersihkan atau disetting .  Keluhan saat ini adalah  jarum speedo meter tidak jalan, lampu depan mati dan ada rembesan oli di bagian bawah. Jadi saya jelaskan di awal pada receptionisnya yang merangkap sebagai kasir mengenai hal tersebut. Untuk speedo meter tidak jalan biasanya disebabkan kabelnya putus dan perlu diganti.  Sedangkan untuk lampu depan saya curiganya saklarnya karena kedua lampu mati utk jarak pendek sedangkan bila di switch ke jarak jauh kedua lampunya masih nyala. Biasanya kalau bola lampunya yang mati maka matinya satu per satu dan tidak bersamaan.

Setelah menunggu beberapa lama maka service telah selesai dan kasirpun menyodorkan kwitansi dengan total tagihan Rp.342.000,- . Setelah membayar, kasir memberikan kwitansinya. Sambil berjalan saya mengecek item-itemnya dan ada beberapa barang yang saya tidak tahu dan tidak dikonfirmasi pada saya sebelumnya. Misalnya dua buah ofring klep (?) seharga 20 ribu dan cliner & cauhon (?) seharga 67 ribu.


Untung belum pulang dan masih disana, saya kembali ke tempat kasir menanyakan kepada kasir mengenai cliner dan cauhon itu apa karena nilainya cukup besar. Jawaban kasir cukup mengejutkan bahwa itu adalah pembersih yang digunakan untuk injection. Trus dijawab lagi “ini masih ada sisanya bisa dibawa pulang”, sambil terus sibuk ngerjain sesuatu. Saya pun terpaksa diam saja dan merelakannya. Dalam hati, sepeda motor saya kan masih karburator dan bukan injection. Supra X Helm In untuk keluaran tahun pertama masih menggunakan karburator dan tahun kedua baru menggunakan injection. Seumur-umur belum pernah ada item pembersih selama servis di bengkel manapun karena memang sepeda motornya bukan injection. Rencana di awal saya akan memberikan tips buat mekaniknya namun dengan adanya kejadian tersebut maka saya batalkan.

Sebenarnya saya sudah merasa curiga saat mekanik banyak minta ganti spare part. Ketika ganti kabel speedo meter, dia juga meminta untuk ganti gear box, alasannya sudah rusak tanpa memperlihatkan gear box yang rusak tersebut pada saya. Saya berpikiran positif dan menyetujui. Kemudian minta ganti klip rumah lampu yang katanya tidak ada dan sayapun menyetujuinya. Lalu dia menyuruh ganti ban depan padahal kondisinya masih ada kembangannya dan belum gundul. Sayapun menolaknya.  

Pada service sebelumnya di bengkel AHASS lainnya, saya diberitahu oleh mekaniknya bahwa saringan filter udaranya perlu diganti karena sudah rusak. Jadi saya sudah siap untuk menggantinya. Namun pada service  kali ini saya tidak disuruh menggantinya. Cukup aneh juga ya, apakah karena tidak di cek atau kelewatan ngeceknya ? Entahlah….

Ini pengalaman yang kurang menyenangkan di bengkel tersebut. Mungkin ini ulah satu orang oknum saja dan mudah-mudahan tidak semua orang seperti itu. Jadi hati-hati bila pergi ke bengkel. Pastikan item-item barang yang ada di kwitansi sudah sesuai.

10 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. ndak semua kok bro, kalo ane selalu kalo pas servis kepo2 sama montirnya minta ditunjukin yang rusak kayak gimana terus perbandingan sama sparepart gak rusaknya bagaimana

    ReplyDelete
  3. hah kok sama ya akhir th kmrin saya malah 1,2 jt utk service motor aja

    ReplyDelete
  4. hah kok sama ya akhir th kmrin saya malah 1,2 jt utk service motor aja

    ReplyDelete
  5. jadi tanpa ditanya langsung ditambahkan biaya injeksi ya , wah biaya pengeluaran tak terduga tuh

    ReplyDelete
  6. Saya mekanik ahaas di salah satu dealer di kalsel,, kejadian diaatas bagi saya sangat disayangkan ternyta msih ada yg begitu, kalau ditempat saya, kalau ada pergantian spare part semurah apapun itu pasti minta persetujuan dlu dari konsumennya, emang kalau ada yg sdh perlu diganti pasti akan dikonfirmasi dlu kpda konsumen untuk disetujui,, dan kalau ada pergantian pasti ditunjukan dlu barang yang rusak,,

    ReplyDelete
  7. Aku jg kena nih mentang2 cewe ga paham motor jd semuanya di ganti. Dateng2 bayar banyak bgt. Ya allah smoga kalau emg ada kecurangan bakal dpt ganjarannya

    ReplyDelete
  8. Pengalaman serupa dialamin aku jg, mentang2 cwe main ganti2 ajaa, mana bayar mahal banget.

    ReplyDelete
  9. 2 kali service di AHASS slalu zonk. tagihan slalu diatas 500. padahal mintanya sepele. semua disuruh ganti.

    ReplyDelete
  10. Pengalaman saya service di ahaas tahun lalu juga sama. Mungkin karna saya cewek jadi saya kurang paham mengenai mekanik motor. Dan setiap saya selesai servis, selalu lampu depan/jauh mati. Padahal baru 2 bulan servis. Kemudian starter motor saya sudah pernah diperbaiki dan diservis tapi malah jdi tidak bisa digunakan lagi sekarang, saya terpaksa harus engkol.
    kalau saya sekali servis, tidak pernah dibawah 400rb. Padahal saya masih kuliah, bawa uang saja pas2an :(

    ReplyDelete