Thursday, November 12, 2015

Tidak dapat Sertifikat di EF (English First)

Umumnya bila suatu lembaga kursus menyelenggarakan sebuah kursus apapun itu jenisnya misalnya bahasa Inggris, kecantikan, kepribadian dan lain-lain akan mendapatkan sertifikat sebagai tanda bahwa siswa telah berhasil menyelesaikan kursusnya di level tersebut.

Tidak seperti tempat kursus lainnya, di EF (English First) tidak mendapatkan sertifikat melainkan hanya mendapat rapot. Siswa akan mendapat sertifikat bila sebuah buku telah selesai dipelajari. Padahal untuk menyelesaikan sebuah buku bisa sampai enam level. Artinya siswa harus merogoh koceknya sebanyak enam kali pembayaran atau selama kurang lebih 1 tahun. Satu level kurang lebih dua bulan. Jadi 2 kali 6 sama dengan 12 bulan.

Bentuk dan kualitas bahan kertas yang dipakai untuk rapot dan sertifikat tentu saja berbeda. Kualitas rapot dibawah sertifikat.  Rapot terbuat dari kertas tebal (bahan karton) yang dilipat menjadi dua. Tidak terlihat mewah dan seperti sekedarnya saja.


Saran saya buat EF, English First. Sebaiknya setiap level mendapatkan sertifikat dan bukan rapot. Sebuah sertifikat merupakan kebanggaan bagi siswa dan dapat disimpan. Tetapi rapot mungkin besok sudah hilang entah kemana…karena tidak menarik.

Friday, November 6, 2015

Mengantri lama di stasiun Gambir

Ada yang baru di stasiun kereta api Gambir yaitu sistim antriannya menggunakan tiket nomor.  Nomor antrian diambil dari mesin yang disediakan dan selanjutnya nomor akan dipanggil melalui pengeras suara. Sayangnya tidak ada display nomor pada masing-masing loketnya sehingga pengunjung tidak tahu nomor berapa sekarang yang sedang dilayani oleh loket. Ada sih sebenarnya TV kecil di pojok tapi kondisinya rusak atau tidak berfungsi. Kemungkinan TV ini menampilkan nomor antrian yang sedang dipanggil. Tapi ya itu tadi rusakkkkkk…. Padahal sistim ini termasuk baru. Karena seminggu yang lalu saya pesan tiket masih mengantri biasa.

Hari itu saya datang sekitar jam 13:30, namun kekecewaan yang di dapat. Dengan sistim baru ini maka pengambilan nomor dibatasi sampai jam 13:00. Jadinya saya tidak bisa membeli tiket kereta api hari itu. Padahal didepan loket tertulis loket tutup jam 16:00. Pelayanan yang diberikan oleh PT.Kereta api bukannya semakin maju tetapi semakin mundur saja. Lucunya untuk pembatalan tiket buka pagi banget jam 05:00 dan tutupnya malam banget jam 21:30.

Disana memang ada loket mandiri seperti ATM namun karena saya membeli tiket untuk usia manula maka saya tidak menggunakan loket tersebut. Karena bila membeli di loket mandiri maka saya tidak dapat diskon 20 %. Termasuk kalau belinya lewat internet juga tidak dapat diskon makanya saya tetap memilih lewat loket biasa. Terpaksa pulang dengan kecewa.

Besoknya saya pergi lagi ke Gambir dan mendapat antrian nomor 86 pada jam 9:34. Nomor yang dilayani saat itu nomor 25. Dengan sistim baru ini bukannya tambah cepat tetapi tambah lambat. Setiap panggilan melalui pengeras suara berarti ada jeda waktu loket kosong. Belum lagi kalau orangnya tidak datang maka panggilan akan diulang lagi. Pelayanan tambah lambat lagi karena loket yang buka hanya 3 buah dari 4 loket yang ada (1 tutup). Ditambah lagi seringnya pegawai loket pergi entah kemana (mungkin makan atau minum atau ke toilet) sehingga sisa 2 loket. Akhirnya tiba giliran saya di loket pada jam 11:20. Nyaris hampir 2 jam lamanya menunggu antrian.





Saran saya pada PT.Kereta api antara lain :
-          Tambah jumlah loket yang ada menjadi 5 buah
-          Pasang display nomor antrian di depan masing-masing loket
-          Diskon untuk usia manula diberlakukan juga di mesin loket mandiri yang mirip ATM
        dan pemesanan lewat internet.
-          Jam tutup diperpanjang sampai malam (kalau perlu 24 jam).
-          Pengambilan nomor antrian jangan dibatasi sampai jam 13:00 melainkan sampai malam
        (kalau perlu 24 jam).

Wednesday, November 4, 2015

Rumah Makan Pesta Keboen Semarang banyak nyamuknya


Sudah hobi saya bila pergi ke luar kota maka wisata kuliner menjadi tujuan untuk menikmatinya. Maka rumah makan Pesta Keboen menjadi tujuan di Semarang. Letaknya berada di jalan Veteran Semarang.

Saya tidak menemukan intisari dari dari kata Keboen atau kebun. Asumsi saya adalah di dalam rumah makan itu ada kebunnya, tanaman atau pohon, tanah lapang dan udara segar. Tapi semuanya itu tidak ada, yang ada justru dekorasi sepeda tua putih.

Makanan yang dicoba adalah udang asam manis dengan jumlah porsi yang sedikit sekitar 8 ekor dengan ukuran yang kecil dan bukan jumbo. Sup ayam yang lebih banyak kuahnya. Sup bakso dan mihun yang mana baksonya kecil-kecil. Buntut goreng dengan bumbu coklatnya. Salad kentang dan nanas.

Kalau menurut saya, rasa makanannya biasa saja dan tidak istimewa. Nama rumah makannya tidak mencerminkan suasana yang sebenarnya. yang jadi masalah adalah banyak nyamuk yang beterbangan di meja makan dan sekitarnya sehingga mengganggu sekali dengan gigitannya yang berakibat gatal-gatal. Hal ini sudah saya laporkan kepada pegawainya tetapi yang bersangkutan kebingungan untuk menjawabnya dan tidak tahu solusinya. Saya ingin pinjam raket pengusir nyamuk namun dijawab tidak ada. Kedua tangan saya selalu tepak tepuk nyamuknya sehingga mengurangi kenyamanan dalam bersantap makan disana.

Saran saya kepada pemilik rumah makan Pesta Keboen Semarang adalah jagalah kebersihan. Adanya banyak nyamuk di meja makan menunjukkan adanya tempat yang kotor. Gunakan berbagai cara untuk menghilangkan nyamuk sehingga pengunjung tidak digigit nyamuk sampai bentol-bentol.

Friday, October 30, 2015

Toilet Stasiun Tawang Semarang


Hari itu saya sedang berada di kota Semarang Jawa Tengah. Untuk kembali ke Jakarta saya memutuskan untuk naik kereta api. Pembelian tiket kereta api dilakukan di stasiun Tawang. Deretan loket sudah tersedia di teras luar dengan antrian melalui nomor yang akan dipanggil melalui pengeras suara. Jangan kaget bila nomornya sampai ribuan. Entahlah benar atau tidak bila yang antri sampai ribuan, yang saya dengar antrian sudah mencapai 3500 sekian. Hufffff….
 
 

Pada saat menunggu antrian loket terasa hendak buang air kecil maka saya mencari toilet dan ternyata hanya ada satu kamar toilet saja. Letaknya tepat berada di samping loket. Sayangnya laki-laki dan perempuan , semuanya campur menggunakan toilet tersebut. Haduhhhhh……

Saran saya kepada PT. Kereta Api Semarang adalah jumlah toiletnya ditambah. Toilet pria dan perempuan dipisahkan sendiri-sendiri. Minimal harus ada 2 toilet pria dan 2 toilet perempuan sehingga totalnya minimal 4 kamar toilet. Bisa ?

Friday, October 16, 2015

Ada denda di EF (English First)


Tidak seperti di tempat kursus pada umumnya, di EF (English First) bila kita terlambat membayar uang kursus maka akan dikenakan denda. Suatu hal yang tidak lazim dalam dunia pendidikan. Mau dikemanakan arti sebuah pendidikan bila semuanya dihitung secara bisnis dan ekonomi yang ujung-ujungnya untuk mencari keuntungan semata.



Sejatinya dalam dunia pendidikan, unsur pengorbanan lebih besar dari pada unsur komersial. Jangan sampai dikatakan sedikit-sedikit uang, ini uang, itu uang. Jangan sampai makna EF berubah menjadi Extra Fine yang berarti denda tambahan.

Seharusnya EF (English First) menerapkan customer relation management dan customer retention management untuk membina hubungan yang baik dengan siswa atau orang tua siswa sebagai konsumennya. Bila tidak ingin ditinggal oleh konsumennya maka EF (English First) harus mau berubah.

Tuesday, October 13, 2015

Promo roti Bread Life lumayan

Dua minggu yang lalu saat pergi ke Mall Teras Kota BSD untuk membeli roti di Bread Life ternyata sudah makin sepi saja pembelinya. Tidak hanya pembeli yang sepi, roti jualannya juga ikut sepi alias tidak banyak macam ragamnya. Bila dilihat disana sudah tidak ada pegawai yang membuat dan memanggang roti. Tidak ada aktivitas mengolah tepung dan tidak tampak peralatan-peralatan stainless stell yang biasanya bisa dilihat oleh pembeli.

Jumlah karyawannya juga dikurangi dan semakin sedikit bahkan kadang kala hanya 1 orang saja yang bertugas merangkap sebagai kasir dan menata roti-roti dalam rak pajangan. Roti-roti tidak dibuat di tempat tersebut melainkan dikirim dari tempat lain. Hal ini membuat roti menjadi tidak fresh.

Satu minggu yang lalu, saya pergi ke Mall Teras Kota BSD dan ternyata toko roti ini sudah tutup. Sayang sekali. Mungkin karena jumlah pembelinya sedikit atau rotinya tidak laku sehingga akhirnya gulung tikar.
 
Hari ini saya pergi ke Aeon Mall BSD dan saya mengunjungi toko roti Bread Life. Seperti biasa roti-roti kesukaan saya sudah berada di nampan belanja yaitu Hokaido, Choco Melt, Rugby, Flossy Hotie, Flossy Signature dan Wheat Toast. Total belanja lebih dari Rp. 60 ribu sehingga saya mendapat voucher belanja sebesar Rp. 10 ribu sebanyak dua buah.

Rupa-rupanya sedang ada promo bila membeli Rp. 30 ribu maka akan mendapat voucher seharga Rp. 10 ribu. Karena saya membeli Rp.60 ribu lebih maka saya dapat voucher dua buah. Voucher dapat digunakan untuk pembelian selanjutnya. Lumayan bukan ?

Thursday, October 8, 2015

Tanggal merah tidak diganti EF (English First)


Apa arti kata dari kursus ? Kursus adalah pelajaran tentang suatu pengetahuan atau keterampilan yang diberikan dalam waktu singkat. Ya, benar singkat. Materi, kurikulum dan silabus sudah dibuat sedemikian rupa dengan jumlah jam yang ada.

EF (English First) adalah sebuah kursus dalam bidang bahasa Inggris. Tiap satu tingkat di EF (English First) mempunyai waktu 32 jam pelajaran yang ditempuh dalam waktu 16 kali pertemuan. Masing-masing pertemuan berlangsung selama 2 jam yang biasanya dilakukan 2 kali dalam seminggu.

Yang menjadi masalah di EF (English First) adalah bila ada tanggal merah atau hari libur maka kelas akan diliburkan juga. Namun hari libur tersebut akan memotong dan mengurangi jumlah pertemuan yang ada. Artinya, tidak ada perpanjangan kursus atau tidak ada hari pengganti. Hal ini tentu saja merugikan siswa-siswanya.

Seharusnya EF (English First) berpatokan pada jumlah jam kursus yang diikuti yaitu 32 jam atau komitmen pada jumlah pertemuan yang dideklarasikan diawal yaitu 16 kali pertemuan. Sehingga apabila ada hari libur maka EF (English First) berkewajiban mengganti hari tersebut dengan hari lain.

Bila ada 1 tanggal merah berarti siswa telah kehilangan 6,25 % pertemuan. Selanjutnya bila ada 2 tanggal merah maka siswa telah kehilangan 12,5 % pertemuan. Kemudian bila ada 3 tanggal merah maka siswa telah kehilangan 18,75 % pertemuan. Sayang bukan ?

Saran saya terhadap EF (English First) adalah sebaiknya diadakan hari pengganti untuk libur tanggal merah. EF (English First) harus konsekuen dengan jumlah pertemuan atau jumlah jam yang dinformasikan di awal pendaftaran.

Monday, September 28, 2015

Promosi Hypermart menyesatkan dan beda harga

Kemaren baru saja dari Hypermart yang berada di Mall WTC Serpong untuk membeli beberapa keperluan. Seperti biasanya saya mengambil kereta dorong atau troly yang berada di samping pintu masuk Hypermart. Aduh… troly pertama tidak bisa ditarik. Pindah ke deret sampingnya dan ambil lagi troly tapi susah ditarik lagi. Akhirnya pada deret ketiga troly baru bisa benar-benar jalan normal.

Saya masuk kedalam sambil membawa katalog belanja. Pada buku katalog atau brosur terpampang ada promosi “baby and kids fair”. Dijelaskan dalam tulisannya bahwa setiap pembelian Rp.300.000,- produk sponsor mendapat voucher belanja Rp.25.000,-.  Hal ini berlaku untuk tanggal 24 September 2015 dan 6 Oktober 2015. Wah… lumayan juga nih.

Barang-barang belanjaan satu demi satu masuk ke dalam troly termasuk juga susu dan pampers yang merupakana produk promosi baby and kids fair. Sayapun bertanya kepada seorang pegawai disana mengenai syarat dan ketentuan promosi ini. Dia menjawab bahwa minimal belanja Rp.300.000,- dari perusahaan sponsor yang bekerja sama dengan hypermart. Daftar perusahaan atau merek bisa dilihat di katalog. Ok, saya pikir hal itu normal adanya.

Barang-barang belanjaan yang dicari sudah lengkap maka saya pun menuju kasir dan melakukan pembayaran. Selesai membayar, saya tidak mendapat voucher. Saya bertanya kok tidak dapat voucher padahal nilai belanja saya sudah lebih dari Rp.300.000,- dan barang belanjaan saya mereknya tercantum dalam katalog. Kasirnya agak bingung juga untuk menjawabnya dan saya disuruh menanyakan ke customer service.

Saya menuju ke customer service dan menanyakan hal tersebut dan dilayani oleh seorang wanita. Dia mengatakan bahwa promosi itu hanya berlaku untuk yang ada gambarnya saja. Misalnya saja pada gambar pampers merek Goon ukuran kecil sedangkan saya membeli pampers Goon ukuran besar maka saya tidak mendapat voucher. Saya menunjukkan buku katalognya dan disitu tertulis “produk sponsor” yang berarti semua produk sponsor atau merek tersebut. Seharusnya baik ukuran kecil atau ukuran besar tidak ada masalah karena masih dari sponsor yang sama. Namun dia tetap keukeh peraturannya seperti itu. Ya terpaksa deh mengalah. Saya menyarankan kepadanya agar disampaikan kepada atasannya kalau membuat promo itu yang jelas dan tidak menyesatkan
 
Saya juga melakukan komplain karena ada perbedaan harga antara label di rak dan harga di struk atau kwitansi. Harga pampers merek Goon label di rak tertulis Rp.123.000,- sedangkan harga di struk terlihat Rp.143.000,-. Lumayan kan ada selisih Rp.20.000,-.  Parahnya lagi ada tulisan dengan karton besar di tengah-tengah jalan utama tempat barang-barang promo berada, harga pampers merek Goon adalah Rp.123.000,-.
 
 
Kali ini customer service tidak bisa mengelak. Setelah dilakukan pengecekan ternyata terbukti bahwa harga di rak berbeda dengan harga di struk belanja. Alasannya adalah harga di rak adalah harga lama dan belum diganti. Sayapun mendapat pengembalian uang Rp.20.000,-. Strukpun digunting olehnya.

Sebaiknya Hypermart membuat promosi yang jelas dan benar serta lengkap keterangannya sehingga tidak menyesatkan bagi konsumen setianya.

Tuesday, September 22, 2015

Kecewa EF (English First) membatalkan E+


Seminggu sebelumnya Miss E mengisi formulir E+ sebagai pelajaran tambahan. Sehari sebelum E+ dilaksanakan maka Miss E dihubungi oleh EF (English First) dan mendapat konfirmasi bahwa E+ jadi dilaksanakan  besok pada pukul 18:45 dengan gurunya native speaker.

Pada hari pelaksanaannya siswa yang datang hanya dua orang yaitu Miss E dan saya. Kami berdua menuju receptionist dan menanyakan ruangan E+. Kami segera menuju ruangan tersebut di lantai dua tepat pukul 18:45. Suasana ruangan masih kosong melompong dan kami menunggu teman-teman kami dan juga gurunya. Pukul 19:00 tidak ada siswa lainnya yang datang dan gurunya juga belum muncul.

Kami turun kembali ke meja receptionist dan menanyakan tentang gurunya yang belum datang. Pegawai disitu tidak tahu dan akan menanyakan ke temannya yang ada di ruangan kasir. Sementara itu kami disuruh kembali ke kelas untuk menunggu. Selanjutnya datang seorang wanita yang mengaku orang yang mengurus tentang E+.  Dia mengatakan bahwa gurunya tidak datang karena sakit jadi kelas dibatalkan.

Tentu saja kami berdua kecewa sekali karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Kalau diinfokan sebelumnya mungkin kami bisa menerimanya dan kami juga tidak datang ke tempat EF (English First) jauh-jauh. Kekesalan Miss E diungkapkan secara langsung kepada pegawai tersebut. Pegawai tersebut hanya bisa meminta maaf.

Saya mencoba bernegosiasi kepada pegawai tersebut dengan menyarankan sebaiknya mencari guru pengganti siapa saja dan pelajaran apa saja terserah. Sekedar bincang-bincang conversation juga gak apa-apa. Sayang kan sudah datang tapi langsung pulang lagi, sia-sia rasanya. Namun pegawai tersebut tetap ngotot tidak bisa. Karena guru yang sudah ditunjuk oleh EF wajib untuk mengajar dan tidak ada cadangannya.

Saya menganjurkan untuk mencari guru pengganti namun dijawab tidak ada. Saya pun mengatakan belum juga dicari gurunya sudah bilang tidak ada guru sama sekali. Akhirnya dengan sedikit terpaksa dia turun kebawah untuk mencari guru pengganti dan kita disuruh menunggu.

Kemudian dia datang lagi dan mengatakan tidak ada guru yang available untuk menggantikan. Entahlah dia kebawah itu benar-benar mencari atau tidak, kita tidak tahu. Hanya saja setahu saya banyak guru-guru yang  berkumpul di ruang guru.

Dia menyarankan untuk request E+ ulang. Miss E tidak setuju karena akan menunggu waktu seminggu atau dua minggu lagi prosesnya. Dengan perasaan kecewa kami berdua pulang tanpa ilmu yang didapat hari itu.

Friday, September 18, 2015

Serunya nonton bioskop dengan Dolby Atmos

Kemaren saya baru saja menonton film di bioskop XXI yang berada di Aeon Mall BSD City Tangerang Selatan. Film yang diputar adalah Maze Runner : The Scorch Trials. Filmnya sendiri bagus dan menarik serta penuh dengan adegan action juga drama.

Sebenarnya yang paling menarik adalah tata suara yang dipakai oleh bioskop Aeon ini. Kebetulan saya menonton di studio 2 yang mempunyai sistim tata suara Dolby Atmos yang merupakan tekhnologi terbaru dalam dunia tata suara bioskop. Sebelumnya mungkin kita sudah mengenal tata suara Dolby Stereo, Dolby 5.1 (Digital), Dolby 7.1 (Surround) dan THX. Nah Dolby Atmos inilah yang merupakan terbaru dan satu-satunya di wilayah Tangerang Selatan.
 
Saya baru pertama kali ini menonton film di bioskop dengan fasilitas Dolby Atmos. Yang membedakan sistim baru ini dengan yang lama adalah banyak speaker yang dipasang di atas kita atau di atap. Jadi saya berada dalam ruangan yang dikelilingi oleh speaker dimana-mana baik di depan, samping kiri, samping kanan, belakang dan atas. Untungnya bagian bawah tidak ada speakernya atau rencana untuk tekhnologi baru ke depannya. Ha...ha...ha…

Hasil suaranya tentu saja sangat bagus, jernih, menggelegar dan terasa megah. Mungkin anda perlu untuk mencoba yang namanya Dolby Atmos.

Thursday, September 17, 2015

Komplain pelajaran sering diloncati di EF (English FIrst)


Sekarang giliran saya yang menanyakan ke receptionist di EF (English First) dan komplain secara halus mengenai banyaknya pelajaran yang diloncati atau dilewati. Ya, secara halus karena saya tahu bukan salahnya receptionist dan saya berharap receptionist akan menyampaikan kepada guru yang bersangkutan. Jika perlu disampaikan juga kepada guru-guru lainnya mengingat hal demikian bisa dilakukan oleh mereka.
Banyak materi pelajaran dan latihan soal di dalam buku pelajaran yang tidak diajarkan dan tidak dibahas. Tentu saja hal tersebut sangat merugikan siswa. Entahlah apakah pemotongan ini memang berasal dari diri gurunya sendiri atau memang materi dari EF (English First) yang  seperti itu.
Seperti biasanya receptionist hanya bisa menampung dan berjanji akan memberitahukan kepada gurunya. Dia hanya menyarankan untuk mengikuti E+. Kok aneh ya disuruh ikut E+. Itu kan pelajaran tambahan untuk siswa yang tidak mengerti akan suatu materi tertentu, siswa yang lemah dalam belajar. Lah ini kan belum pernah diajarkan sama sekali, bukannya tidak mengerti. Namun demikian setelah hari itu ya tetap saja pelajaran banyak yang diloncati. Apakah receptionist sudah memberitahu gurunya ?   Apakah seberani itu seorang receptionist memberitahu atau menegur  seorang guru ? Hmmmmm…..
Sebagai seorang siswa yang sudah membayar mahal tentu sangat sayang kalau pelajaran yang diberikan hanya sedikit dan tidak lengkap seperti dalam bukunya.

Monday, September 14, 2015

Lumayan dapat diskon

Hari Jumat pergi ke Giant untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Selanjutnya saya menuju ke bagian buah-buahan untuk sajian pelengkap. Tak disangka lagi ada promo buah-buahan dengan diskon 50%. Lumayan bukan ? Jarang-jarang ada diskon besar untuk buah-buahan. Akhirnya saya membeli semangka, melon dan pepaya.

Thursday, September 10, 2015

Telepon dari 021-21881000

Sejak kemaren ada miscall di HP berulang kali dan sampai berhari-hari juga telpon-telpon terus. Nomornya 021-21881000. Kebetulan HP di silent sehingga tidak dengar. Suatu saat telpon berdering dan saya lihat nomor itu lagi dan saya angkat. Ternyata telepon dari sales asuransi Cigna.

Herannya kok bisa dia tahu nomor telpon saya ya padahal nomor itu adalah nomor cadangan alias nomor kedua yang jarang dipakai. Dan anehnya lagi dia tahu nama saya. Weleh deleh...

Saya sudah mengatakan bahwa saya tidak tertarik dengan asuransi Cigna karena sudah mempunyai asuransi. Namun sales tetap aja ngotot bicara panjang lebar dan susah untuk diputus teleponnya secara baik-baik. Akhirnya dipakailah jurus terakhir yaitu... telpon dimatikan. He...he...he...

Wednesday, September 9, 2015

Komplain tentang gonta-ganti guru EF (English FIrst)

Miss E menanyakan kepada Ade selaku receptionist di EF (English First) dan melakukan komplain mengenai seringnya gonta-ganti guru. Tidak ada pemberitahuan dan informasi mengenai penggantian guru ini. Ade tidak bisa menjawab apa-apa dan tidak tahu akan hal ini. Ade beralasan bahwa yang mengatur mengenai guru, ada orangnya sendiri tanpa mau menyebut namanya. Dan seperti biasanya hanya bisa janji saja untuk disampaikan pada orang tersebut namun kenyataannya gonta-ganti guru masih terjadi.

Banyak alasan yang disampaikan oleh pihak EF (English First) mengenai penggantian guru ini misalnya karena alasan sakit, cuti dan tanpa sebab yang pasti.

Bila sering gonta-ganti guru maka siswa akan mengalami kerugian karena :
 
-          Pelajaran menjadi tidak berkesinambungan.

-          Fokus pelajaran menjadi tidak jelas.

-          Guru tidak mengenal karakter siswanya.

-          Guru tidak dapat memantau perkembangan siswanya.

-          Siswa tidak mengenal karakter gurunya.

-          Siswa memerlukan adaptasi baru lagi terhadap cara mengajar gurunya.

 

Monday, September 7, 2015

Parkir sepeda motor di SMS (Summarecon Mall Serpong) keterlaluan

Pada week end kemaren tepatnya hari Sabtu tanggal 5 September 2015, saya memiliki acara di SMS alias Summarecon Mall Serpong. Enaknya naik apa ya kesana, naik mobil atau sepeda motor di sore hari. Akhirnya saya memutuskan untuk naik sepeda motor mengingat suasana teduh dan tidak panas.

Saya meluncur ke Summarecon Mall Serpong dan menuju parkir sepeda motor yang berada di samping mall atau di jalan menuju kearah kelapa dua. Sayangnya pintu parkir di tutup dan satpam mengatakan mesin tiketnya rusak, termasuk juga mesin tiket untuk mobil yang bersebelahan tempatnya.
 
Lalu saya menuju pintu parkir yang berada dibelakang Summarecon Mall Serpong, saya harus jalan lurus dan belok kiri. Sayangnya lagi-lagi pintu parkirnya di tutup. Disini tidak ada satpam atau petugas parkir sehingga tidak ada orang yang bisa memberikan informasi kenapa tutup.

Kemudian saya pergi menuju ke pintu parkir ketiga. Menuju ke sana tinggal jalan lurus saja dengan melewati beberapa polisi tidur. Akhirnya sampai disana dan parkirnya buka sehingga dapat memarkir sepeda motor.

Acara malam minggu berjalan dengan baik. Belanja, cuci mata dan makan malam disana yang kebetulan ada acara festival kuliner serpong yang menyediakan stand-stand dengan masakan Nusantara.

Saatnya jam menunjukkan pukul 9 malam yang menandakan waktunya untuk pulang. Disinilah puncak dimulainya kekecewaan terhadap Summarecon Mall Serpong. Saya parkir di dekat pintu masuk sehingga  memilih keluar kearah loket kasir yang dekat dengan pintu masuk tersebut. Nomor loket kasirnya adalah PK 20 dan PK 21.

Antrian sepeda motor begitu banyak dan panjang kurang lebih ada 300 jumlahnya. Tetapi loket kasir yang buka ternyata hanya 1 yaitu loket no PK 20 sedangkan loket no PK 21 tutup. Ditambah lagi sistim komputernya lambat dalam melakukan pembayaran. Saya akhirnya berhasil keluar dari tempat parkir sekitar 1 jam lamanya. Anda bisa bayangkan begitu lama bukan. Benar-benar wasting time dan melelahkan.

Hal ini jelas merugikan saya sebagai konsumen atas pelayanan yang diberikan oleh Summarecon Mall Serpong. Kerugian yang terjadi akibat parkir yang tidak professional tersebut antara lain :

-          Timbul polusi udara akibat dari knalpot yang mengeluarkan asap dari banyaknya sepeda motor yang antri.

-          Terjadi pemborosan bahan bakar sepeda motor karena mengantri terlalu lama.

-          Terjadi penambahan biaya parkir karena mengantri terlalu lama.

-          Timbul kelelahan bagi pengendara sepeda motor karena menahan berat dan beban sepeda motor dalam waktu yang lama .

Sebaliknya atas kejadian tersebut maka yang diuntungkan adalah pihak Summarecon Mall Serpong karena mendapatkan penghasilan tambahan akibat lamanya antrian.

Saran saya kepada Summarecon Mall Serpong adalah hendaknya memberikan layanan dan service yang baik pada parkir sepeda motor. Menambah jumlah loket kasir. Mempercepat sistim komputer pembayaran. Menyiapkan tenaga tambahan bila antrian sudah melewati batas.

 

Friday, September 4, 2015

Saran buat kereta api


Siapa sih yang tak tahu antrian pembeli tiket kereta api ?  Mungkin hampir semua orang sudah tahu bahwa kalau membeli tiket kereta api pasti antrinya lama, berjubel dan panas serta berkeringat. Ya memang begitulah keadaannya paling tidak di stasiun Gambir Jakarta.

Kebetulan hari kamis ada titipan untuk membeli tiket kereta api Argo Muria di stasiun Gambir. Saya tiba di stasiun Gambir tepat pukul 4 sore. Ternyata jam 4 sore loket pemesanan sudah tutup. Sempat tanya ke satpam apakah benar sudah tutup dan dijawab benar, bahkan tutupnya jam 15:30. Padahal rencananya mau membeli tiket untuk hari Jumat jam 7 pagi. Lah kalau membeli langsung besok paginya belum tentu ada alias habis maka akan sia-sia karena sudah terlanjur berangkat ke stasiun. Nggak lucu kan.


Sayapun memutuskan untuk membeli lewat internet secara online melalui web site resminya dengan alamat kereta-api.co.id. Lagi-lagi cara ini tidak berhasil. Mengapa ? Karena pembelian melalui internet minimal harus 2 hari sebelum tanggal keberangkatan. Jadi untuk keberangkatan hari Jumat maka tiket tidak bisa dibeli pada hari kamis (sehari sebelumnya) dan hari Rabu (dua hari sebelumnya). Pokoknya hitungannya 48 jam sebelum kereta api berangkat.

Saran saya kepada kereta api adalah sebaiknya pembelian lewat internet tidak dibatasi oleh waktu (sebelum 48 jam) melainkan bebas asalkan sebelum kereta api berangkat.  Hal ini memudahkan pelanggan dan kereta api juga diuntungkan dengan adanya potential revenue selama dua hari itu.

Wednesday, September 2, 2015

Banyak murid berhenti kursus di EF



Pada saat kenaikan tingkat di EF (English First) maka banyak siswa-siswa yang tidak melanjutkan lagi. Dari satu kelas mungkin ada kurang lebih 70 persennya yang berhenti. Apapun alasannya, mereka berhak untuk menentukan keputusannya.

Banyak alasan yang dikemukakan, misalnya :
    - Biaya kursus mahal dibandingkan dengan tempat kursus lainnya.
    - Durasi kursus yang sangat singkat hanya 8 minggu lamanya.
    - Pelayanan yang jelek.
    - Guru yang sering gonta-ganti.
    - Dll

Sedangkan untuk mereka yang masih melanjutkan mempunyai alasan, misalnya :
    - Sudah terlanjur membayar untuk 2 term atau 2 tingkat.
    - Masih ingin belajar bahasa Inggris.
    - Dll

 


Tuesday, September 1, 2015

PT. Bumi Perkasa Permai ingkar janji



PT. Bumi Perkasa Permai adalah sebuah perusahaan pengembang apartemen Green Central City yang merupakan anak perusahaan dari Modern Land. Modern Land adalah sebuah perusahaan yang mempunyai nama dan masuk dalam bursa efek sebagai perusahaan terbuka. Proyeknya antara lain di Kota Modern atau Modernland di Tangerang dan Jakarta Garden City di Cakung Jakarta Timur.
 
 
Rupanya nama besar perusahaan bukanlah jaminan untuk mentaati sebuah perjanjian. Saya membeli apartemen Green Central City yang berada di jalan Gajah Mada Jakarta dengan pengembangnya adalah PT. Bumi Perkasa Permai. Sesuai perjanjian yang tertulis dalam PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli maka apartemen sudah diserahkan setahun yang lalu. Faktanya molor selama setahun. Namun PT. Bumi Perkasa Permai tidak mau membayar denda seperti yang tercantum dalam perjanjian.
Entahlah permainan kotor apalagi yang ada dalam benak pikiran mereka. Padahal surat permohonan mengenai denda ini sudah dibuat dan diserahkan hampir setahun lamanya. Tidak ada kabar dan jawaban mengenai hal itu. Bila ditanya mereka selalu bilang tidak tahu atau masih menunggu dan lain-lain.


Friday, August 28, 2015

Ada guru EF marah


Kalau di sekolah ada guru yang marah pada muridnya itu wajar. Kalau di sebuah kursus ada guru yang marah pada muridnya itu tidak wajar. Hal itu terjadi di EF (English First) ada seorang guru yang marah pada muridnya. Guru itu bernama Miss Sxxxa.

Ceritanya begini, saat itu adalah pelajaran E+  yang direquest oleh salah satu murid mewakili satu kelas. Murid tersebut menyampaikan kepada mas Ade bahwa murid satu kelas minta pelajaran E+. Pada saat mengisi formulir E+, mas Ade mengatakan bahwa nama yang diisi cukup satu nama saja mewakili satu kelas. Jadi tidak perlu ditulis nama-nama seluruh murid.

Saat pelajaran dimulai dan gurunya datang, terlihat mimik wajah yang kurang bersahabat. Intinya, dia protes dan bisa dibilang marah. Menurutnya seharusnya dia mengajar satu orang saja sesuai nama yang ada di formulir tetapi mengapa yang datang jumlahnya banyak. Dia tidak siap menghadapi orang banyak. Semua murid diam saja sambil berpandangan satu sama lain karena merasa aneh baru sekali ini ada guru yang marah.

Saya memberanikan diri mewakili teman-teman yang diam dan menjelaskan bahwa pada saat mengisi formulir E+ pesertanya adalah satu kelas. Atas suruhan mas Ade bagian resepsionis cukup ditulis nama satu orang saja sebagai perwakilan. Jadi ini bukan kesalahan murid melainkan kesalahan EF (English First) sendiri. Murid sudah mengikuti prosedur dan administrasi yang ditetapkan EF (English First). Walaupun sudah saya jelaskan tetapi belum menghilangkan 100% kegalauan sang guru.

Akhirnya waktu yang ada tersita dan habis dengan hal-hal yang tak perlu. Durasi pelajaran yang cuma 1 jam 20 menit sudah terpotong dengan hal tersebut. Pelajarannya sendiri hanya bisa terselenggara dengan waktu yang singkat. Tidak sepantasnya guru marah di sebuah kursus yang bernama EF (English First). Mengapa ? Karena murid sudah membayar mahal pada EF dan tentu saja guru dibayar oleh EF dari uang tersebut. Selanjutnya, usia murid adalah dewasa sehingga tidak selayaknya marah seperti pada anak kecil.

Wednesday, August 26, 2015

5 Tahun berurusan dengan BSD City


Setelah kurang lebih 5 tahun lamanya pengembang BSD City (Sinar Mas Land) ingkar janji maka pada akhirnya mau memberikan ganti rugi atas keterlambatan pembangunan rumah yang dijualnya. Walaupun masih berupa tanda tangan diatas kertas namun saya berharap BSD mau membayarnya sesuai janjinya.
 


Cerita diawali ketika saya membeli rumah di BSD City (Sinar Mas Land) pada saat itu. Sesuai perjanjian di PPJB maka rumah akan selesai dibangun pada tanggal yang telah ditentukan oleh mereka. Mereka sendiri yang menentukan tetapi mereka juga yang mengingkari. Ternyata rumah belum jadi dan tidak sesuai target yang ditentukan. Sesuai dengan perjanjian di PPJB maka ada dendanya.

Sangat sulit untuk mengurus denda ini. Saya disuruh membuat surat permohonan dulu. Saya turuti dengan membuat surat tersebut dan saya serahkan ke marketingnya. Beberapa bulan kemudian tidak ada kabar maka saya menanyakan ke pihak marketing lagi. Jawabannya dia tidak tahu dan saya disuruh membuat surat permohonan lagi. Saya pun menurutinya dengan membuat lagi dan menyerahkan padanya.

Tunggu punya tunggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Bila dihubungi marketingnya maka akan dijawab sedang proses atau sedang dicek atau sedang dihitung dan berbagai alas an lainnya. Kadang juga dilempar ke bagian lain. Coba hubungi bagian keuangan atau coba hubungi bagian audit dan seterusnya. Tentu saja hal-hal menghindar seperti ini mengecewakan sekali.

Saya membuat surat pengaduan juga yang ditujukan kepada direkturnya tetapi tidak ada balasannya. Setelah beberapa bulan saya buat lagi surat pengaduan kepada direkturnya namun tetap tidak ada responnya. BSD City benar-benar tidak bertanggung jawab.

Selanjutnya saya mendatangi kantor customer servicenya yang berdekatan dengan BSD Plaza sambil membawa bukti-bukti yang ada. Customer service hanya bisa menampung dan tidak bisa menjawab apa-apa. Oh, ya namanya kalau tidak salah yaitu Verina. Dia berjanji akan menghubungi via telepon.

Kurang lebih sebulan tidak ada kabarnya maka sayapun berinisiatif menelpon ke Verina untuk menanyakan hasilnya. Sepertinya Verina tidak memfollow up complain sebelumnya sehingga dia tidak bisa menjawab apa-apa dan minta waktu lagi beberapa hari. Setelah beberapa hari dia menelpon dan memberitahu bahwa BSD tidak bisa membayar denda karena kejadiannya sudah lama. Saya menjelaskan bahwa lamanya ini karena ulah BSD City sendiri yang tidak merespon surat-surat saya. Dia pun tetap ngotot karena kejadiannya lama. Jawaban Verina sangat tidak professional.

Saya meminta untuk berbicara dengan atasannya atau managernya. Tetapi Verina menjawab bahwa atasannya tidak mau berbicara. Walah…. Ini perusahaan apa ya kok tidak professional begini.  Seharusnya sebagai seorang customer service memberikan solusi bagi pelanggannya bukannya ngeles. Akhirnya saya mengancam akan menyebar luaskan kasus ini di internet. Dia minta waktu untuk berdiskusi dengan atasannya lagi.

Beberapa minggu kemudian saya ditelepon oleh seorang laki-laki yang mengaku dari BSD City. Dia mengatakan bahwa BSD City menyetujui membayar denda Rp.500 ribu saja. Menurut saya nilai tersebut kecil sekali dan tidak sesuai dengan PPJB.  Akhirnya saya mengalah dan menerimanya.

Tunggu punya tunggu sudah hampir setahun tidak ada kabarnya. Sayapun menghubungi laki-laki itu lagi dan dijanjikan minggu depan bisa datang ke kantor BSD City. Tanda tangan sudah dilakukan dan tinggal menunggu pelaksanaan pembayarannya.

Mudah-mudahan BSD City tidak ingkar janji lagi untuk membayarnya. Cukup lelah bertahun-tahun berurusan dengan BSD City yang tidak seindah gedung kantornya. Oh ya, pada surat yang ditanda tangani ada tulisan “tidak akan menuntut PT. BSD di kemudian hari”. Ini berarti BSD sudah mengerti kalau dirinya salah, betul tidak ?

Tuesday, August 25, 2015

Promosi EF tidak benar


 
Dalam promosi EF (English First) menyatakan “Teknologi terdepan di kelas. Pengalaman di kelas kami mengedepankan pendekatan teknologi. TV dan papan tulis interaktif merupakan pusat dari pengalaman anda di kelas”.




Apa yang ditulis tersebut terlalu berlebihan dan bisa dikatakan tidak benar. Seolah-olah semua kelas dilengkapi dengan fasilitas TV dan papan tulis interaktif. Perlu diketahui tidak ada kelas yang mempunyai TV dan papan tulis interaktif secara bersamaan. 


Tidak semua kelas mempunyai TV. Hanya beberapa kelas saja yang mempunyai TV. Kalaupun ada kelas yang memiliki TV maka tidak ada papan tulis putihnya (white board) karena layar kaca TV digunakan sekaligus sebagai papan tulis. Spidol yang digunakan warna putih dan agak sulit untuk dihapus.  Akibatnya guru sering mengeluh dan jarang menulis bila menempati kelas seperti ini.

Tidak semua kelas mempunyai papan tulis interaktif. Hanya ada kurang lebih dua kelas saja yang memiliki papan tulis interaktif. Itupun dipakainya hanya sekali-sekali saja dan temporary bergantian antara murid tingkat yang satu dan murid tingkat yang lainnya. Bahkan tak jarang kosong melompong dan hanya sebagai pajangan saja dan show off pada pengunjung. Khususnya yang berada di lantai 1 setidaknya sebagai bahan pamer kepada pengunjung, tamu atau pendaftar baru. Ini lho, ruangan kelasnya sebagus ini. Padahal ruangan-ruangan kelas lainnya tidak seperti itu.

Jadi jangan terkecoh dengan contoh ruangan kelas di lantai satu.

Monday, August 24, 2015

Giant Villa Melati Mas mengecewakan


Hari Jumat tanggal 21 Agustus 2015 ada promosi di koran Kompas dari Giant. Di iklan tersebut ada diskon sebesar 40 % untuk beras merek si Pulen 5 Kg dari harga Rp.133.490,- menjadi Rp.79.900,- Promo ini berlaku hanya untuk tanggal 21, 22 dan 23 Agustus saja.

Pada jam 18:00 saya pergi menuju Giant Villa Melati Mas. Pada rak bagian beras tersedia tiga macam beras untuk merek Si Pulen, yaitu warna kuning, merah dan ungu. Warna ungu inilah yang akan saya beli karena berjenis pandan wangi. Namun ternyata tidak ada label harganya sama sekali untuk semua type beras Si Pulen. Sayapun menanyakan kepada pegawai laki-laki dengan pakaian kaos seragam Giant yang ada disana tetapi dia tidak tahu harganya. Saya pun meminta untuk dicek harganya, diapun lantas pergi sambil membawa contoh berasnya. Selanjutnya dia datang dan mengatakan harganya Rp.117.000,-. Saya menanyakan apakah tidak ada diskonnya ? Dijawab tidak ada. Sayangnya saya tidak membawa koran Kompas sebagai barang buktinya. Akhirnya saya tidak jadi membeli beras Si Pulen.


Pada hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2015 karena ada suatu keperluan saya pergi ke Giant Villa Melati Mas lagi. Ketika melewati rak beras saya melihat label harga beras Si Pulen Rp.77.290,- ini artinya ada diskon seperti yang diiklankan di Koran. Tentu saja ini mengecewakan saya karena kemaren dikatakan oleh pegawainya tidak ada diskon. Terlebih kecewa lagi Si Pulen warna ungu sudah habis dan tidak ada stoknya.

Saran saya kepada Giant Villa Melati Mas. Jangan membuat jebakan kepada konsumen dengan tidak memberi label harga pada rak. Juga jangan membohongi konsumen bila ada diskon tetapi mengatakan tidak ada diskon.

Friday, August 21, 2015

Promosi harga murah Bread Talk mengurangi mutu


Dalam rangka ulang tahun toko roti Bread talk yang kedua belas maka pada tanggal 19 Agustus 2015 ada promosi semua roti harganya sama yaitu Rp.6500,-. Promosi ini berlaku di seluruh Indonesia dengan syarat pembayaran cash.

Kebetulan saya ingin membeli roti maka saya menuju ke Bread talk di Mall Living World yang berada di Alam Sutera. Tak disangka toko roti itu diserbu pembeli sedemikian rupa sehingga berebutan roti yang baru matang dari oven. Pada rak-rak display sudah tidak ada roti sama sekali kecuali roti tawar. Karena sudah kepalang tanggung ya terpaksa ikut antri dan ikut berebutan. Akhirnya dapat sebanyak empat roti saja sebab lama nunggu matangnya roti yang masih di oven.




Bila saya amati dengan harga yang murah itu sebenarnya sama saja karena sudah diakali oleh pemiliknya sebagai berikut :
- Tidak semua jenis roti tersedia.
- Yang diproduksi hari itu adalah roti-roti yang memang harganya murah.
- Tidak berlaku untuk roti dalam kotak atau tart.
- Bahan dikurangi sehingga bentuk roti diubah menjadi lebih kecil dari biasanya.


Semestinya akal-akalan seperti ini tidak boleh terjadi. Sebagai perusahaan yang menyediakan makanan dan mengandalkan kualitas seharusnya tetap mengutamakan mutu dan standard yang menjadi acuan. Mengurangi mutu untuk promosi dengan kedok harga murah akan berdampak di kemudian hari. Pelanggan akan merasa kecewa dengan promosi-promosi berikutnya dan tidak percaya lagi akan mutu dari rotinya.

Thursday, August 20, 2015

Bank BRI malas


Pagi-pagi sekali saya pergi hendak menabung di BRI alias Bank Rakyat Indonesia bank plat merah milik pemerintah. Tempat yang saya tuju adalah Mall Taman Anggrek karena sekaligus bisa buat jalan-jalan dan cuci mata.

Jarum jam sudah menunjukkan angka 9 yang berarti sudah jam 9:00. Namun ternyata, bank BRI belum buka dan ada tulisan “tutup” dipintu kacanya. Kebetulan ada orang didalamnya maka saya sempatkan untuk bertanya, apakah belum buka ? Dijawab belum, bukanya nanti jam 10:00. Walah…. Jaman sudah modern seperti sekarang ini, bank BRI buka nya siang hari. Ini namanya malas. Malas buka pagi hari.



Bank BRI belum berubah. Paradigma lama, budaya lama masih dipakai. cenderung pasif dan tidak aktif. Cenderung lelet dan tidak gesit. Di saat bank-bank lain buka jam 8:00 untuk mencari peluang tetapi bank BRI malah menutup peluang yang ada. Sayang sekali. Mungkin para pegawai dari tingkat atas dan bawah masih terlena dengan statusnya yang merupakan BUMN atau pemerintah. Malas atau rajin tetap digaji, pintar atau bodoh tetap digaji, buka atau tutup tetap menerima gaji.

Dengan terpaksa saya menunggu sampai jam 10:00. Setelah itu saya menuju kasir untuk menabung uang dengan terlebih dahulu mengisi form setoran. Padahal di bank BRI lainnya tidak perlu mengisi form setoran melainkan langsung  ke kasir dan nantinya akan mendapat bukti setor print-printan. Buku tabungan juga di print.
Selesai sudah urusan dengan bank BRI dan begitu keluar pintu sambil jalan saya cek buku tabungan saya. Ternyata transaksi di bulan Juni 2015 tidak tercetak. Sebelumnya di buku tabungan, print terakhir adalah bulan Mei 2015. Dengan menabung dibulan Agustus ini seharusnya yang tercetak adalah bulan Juni, Juli dan Agustus. Tetapi bulan Juni tidak tercetak sama sekali.

Untung masih belum jauh dari bank BRI dan saya memutuskan kembali untuk menanyakan hal tersebut. Kasir mengatakan bahwa kemungkinan time out saat dicetak sehingga tidak muncul. Kalau time out kenapa saya disalahin, itu kan bukan salah saya. Kalaupun time out itu kan kesalahan dari sistimnya BRI. Kasir mengatakan bahwa tidak bisa dicetak lagi. Akhirnya saya disuruh ke customer service untuk dicetak rekening korannya.  Sayapun protes, karena kalau ke customer service harus antri panjang lagi. Namun kasir dengan angkuhnya seolah-olah tidak bersalah tetap menyuruh ke customer service.

Dengan perasaan kesal sayapun menuju ke satpam untuk mengambil nomor antrian karena satpam yang memegang nomornya (kalau bank lain pakai mesin otomatis). Satpam sepertinya mendengarkan perdebatan kami sebelumnya karena jaraknya cukup dekat sekitar 2 meter saja. Satpam bertanya masalahnya kenapa dan saya ceritakan apa adanya. Maka dia tidak memberikan nomor antrian tapi langsung mencatat nomor rekening ke kertas kecil. Selanjutnya kertas tersebut diberikan ke customer service.

Selang 10 menit kemudian, customer service memberikan rekening koran. Saya cek transaksi selama bulan Juni sudah tercetak. Namun dibuku tabungan tetap tidak bisa dicetak sehingga terlihat loncat dari bulan Mei langsung ke bulan Juli.

Cukup melelahkan berurusan dengan bank plat merah milik pemerintah ini. Banyak waktu yang tersita dan terbuang dengan percuma. Perlu adanya banyak perubahan mulai dari jam buka yang siang, sistim komputer yang tidak handal, pegawai yang lelet, etos kerja yang kurang dan lain-lain.

Wednesday, August 19, 2015

Ini wajah maling EF



Berdasarkan rekaman CCTV yang ada di EF (English First) maka dapat dilihat pelaku maling terdiri dari 4 orang dengan mengendarai 2 sepeda motor. Dua orang standby di atas sepeda motor sebagai pengendara, satu orang wanita yang mencongkel seped motor dan satu orang laki-laki yang mengawasi keadaan. Tampak dalam foto wajah dari laki-laki yang mengawasi keadaan.


Mudah-mudahan para maling ini sadar dan tidak berbuat lagi. Tuhan pasti mengampuni dan menyayangi umatNya.

Friday, August 14, 2015

Ada maling di EF


Beberapa hari yang lalu terjadi kehebohan sepulang kursus di EF (English First). Lokasi tempatnya yaitu di parkiran sepeda motor yang persis berada di depan pintu masuk EF.  Rupanya kehebohan itu disebabkan ramai-ramai membicarakan maling sepeda motor.

Begini ceritanya, ada upaya pencurian sepeda motor sebanyak tiga buah.  Malingnya adalah seorang wanita dengan ditemani oleh laki-laki yang standby berada di sepeda motor (lengkapnya 4 orang). Maling ini mencoba mencongkel sepeda motor besar sejenis Kawasaki ninja, namun gagal. Hal ini berakibat rusaknya kunci sepeda motor tersebut sehingga pemiliknya tidak bisa menggunakan kunci aslinya. Dengan terpaksa mendatangkan seseorang (tukang bengkel ?) untuk memperbaikinya.

Ternyata disebelah sepeda motor tersebut yaitu motor matic sejenis Honda vario juga menjadi korban pencongkelan karena kuncinya juga rusak. Dan sebelahnya lagi juga sepeda motornya rusak pada kuncinya. Jadi total pada saat itu ada tiga sepeda motor yang menjadi korban pencurian namun gagal.

Pertanyaannya adalah kemana si satpam ? Selidik punya selidik rupanya si satpam tidak berada di luar untuk menjaga melainkan berada di dalam ruangan. Entah sedang apa berada di dalam padahal seharusnya tugasnya di luar.

Seharusnya EF meningkatkan keamanan terutama dibagian parkir kendaraan sepeda motor dan mobil yang lokasinya tepat berada di depan pintu masuk EF. EF berkewajiban untuk mengamankan fasilitas dan aktivitas pendukung yang berada di lingkungannya. Satpam berkewajiban untuk menjaga situasi dan kondisi menjadi aman. Satpam jangan ngadem di dalam ruangan AC. Satpam jangan lengah. Kalau perlu satpamnya ditambah untuk kemanan dan kenyamanan siswanya.

Thursday, August 6, 2015

Promosi Pizza Hut bohong ???


Pada saat makan di restoran Pizza Hut maka kita akan mendapat informasi untuk mengisi survey melalui internet yang beralamat di www.halopizzaindonesia.com. Sebagai penghargaannya maka kita akan mendapat garlicheese bread gratis. Wah, lumayan juga nih.

Sebenarnya pengisian survey dengan imbalan gratis ini pertama kali diadakan oleh restoran Burger King. Jadi bukan suatu hal yang asing buat saya untuk mengisi survei seperti ini. Saat itu, setelah selesai mengisi survey maka akan muncul kode nomor yang perlu dicatat untuk ditunjukkan ke kasir. Ketika itu Burger King memberikan French fries atau kentang goreng.



Keesokannnya saya mengisi survei Pizza Hut sesuai dengan petunjuk-petunjuknya. Biasalah yang ditanya mengenai kepuasan kita makan produk ini dan apakah kita akan merekomendasikan produk ini kepada orang lain dst. Ternyata setelah mengisi survey tersebut kode voucher atau e-voucher tidak muncul melainkan akan dikirim ke email. Tunggu punya tunggu 1 hari telah lewat, 1 minggu telah lewat, 3 minggu juga tidak ada kiriman email dari Pizza Hut. Ah…bagaimana ini.

Kemudian pada kesempatan berikutnya saya makan di restoran Pizza Hut lagi dan mendapat brosur promosi lagi seperti diatas. Iseng-iseng saya bertanya kepada kasirnya kenapa tidak ada email balasan padahal sudah pernah mengisi surveinya. Kasir hanya menjawab harusnya dapat email maksimal dua hari.

Pada hari berikutnya saya mengisi survei lagi untuk kedua kalinya. Selanjutnya saya tunggu email balasan namun tetap tidak ada balasannya. Saat saya menulis ini sudah hampir 2 minggu lamanya menunggu email dari Pizza Hut.


Entahlah apakah promosi ini bisa disebut sebagai membohongi konsumen atau tidak, saya tidak tahu. Yang jelas promosi ini sudah membuat saya kecewa.

Wednesday, August 5, 2015

Komplain tentang souvenir EF


Hari kedua kursus di EF (English First) siswa yang bernama miss Y komplain karena dirinya tidak mendapat hadiah souvenir. Padahal dirinya sudah membayar 3 term (tingkat) sekaligus. Saya hanya bisa menyarankan untuk menanyakan ke mas Ade yang berada di meja receptionist.


Miss Y pun menanyakan hal tersebut dan seperti sudah di duga mas Ade pura-pura tidak tahu atau lupa. Tunggu punya tunggu ternyata souvenirnya dijanjikan minggu depan. Seharusnya langsung saja diberikan toh nilai barangnya tidak seberapa. Mengapa harus mengulur-ulur waktu ?

Minggu depannya souvenir tidak juga diberikan walaupun sudah bertemu dengan mas Ade. Miss Y merasa risih dan saat mau pulang menanyakan lagi mengenai souvenir. Setelah menunggu akhirnya diberikan juga. Mengapa harus ditagih lagi berulang-ulang ? Apa tidak dicatat atau diingat ?


Monday, August 3, 2015

Fasilitas yang di dapat saat kursus di EF



Pada saat kursus di EF (English First) maka para siswa seharusnya mendapat fasiltas-fasilitas sesuai dengan yang dijanjikan atau dipromosikan tetapi ada kalanya hal itu harus ditagih dulu oleh siswa untuk mendapatkannya. Fasilitas yang seharusnya diperoleh antara lain:

- Hadiah souvenir sesuai promosi misalnya tempat pensil atau tas dll
- Laboratorium komputer
- Akses online siswa
- Akses online orangtua
- E+
- Life club




     

Friday, July 31, 2015

Hari pertama kursus di EF


Pengalaman pada hari pertama kursus di EF (English First) sebagai siswa baru cukup menyenangkan. Bertemu dengan orang-orang baru sehingga menambah hubungan pertemanan. Tingkat yang sekarang  adalah tingkat A2.2 (jumlah tingkatan dapat dilihat pada tulisan sebelumnya). Jumlah siswa kurang lebih ada 12 orang yang terdiri dari 5 orang merupakan siswa lama yaitu dari kelas sebelumnya dan 7 orang merupakan siswa baru termasuk saya.

Latar belakang siswa bermacam-macam. Ada yang statusnya mahasiswa, ada pula yang baru lulus kuliah, ada juga yang bekerja dan ada yang sebagai ibu rumah tangga serta ada yang belum bekerja. Semuanya campur aduk bagaikan gado-gado.

Guru yang mengajar adalah native speaker bernama Andy dan berasal dari Canada. Usianya masih muda sekitar 24 tahun dan kulitnya berwarna hitam serta memiliki ciri khas rambut kribo gimbal seperti umumnya orang Afrika. Karena usianya masih muda maka penampilannya juga seperti anak muda. penampilannya saat mengajar seperti seorang penyanyi rap dengan tangan yang gerak-gerak dan badan yang goyang-goyang. Cara bicaranya jelas dan tidak cepat serta volumenya keras sehingga mudah untuk dipahami dan dimengerti.
Sesi pertama diisi dengan game yaitu perkenalan diri sendiri. Siswa satu per satu diminta untuk bicara mengenai dirinya misalnya nama, tempat tinggal, status, hobi dan lain-lain. Tentu saja dengan bahasa Inggris karena ini kelas belajar bahasa Inggris.

Bila diperhatikan, kesan pertama di hari pertama kursus maka kemampuan bahasa Inggris saya masih diatas mereka semua. Mereka masih belum bisa ngomong entah karena takut atau karena apa, ada yang belum banyak menguasai vocabulary dan lain-lain. Ini bukannya sombong, ini adalah kesalahan saya yang masuk pada tingkat rendah. Sehingga menjadi tidak sebanding atau tidak setara kemampuannya.


 Apa yang dikatakan orang-orang selama ini mengenai guru di EF tidak benar. Tidak benar bahwa gurunya adalah native speaker semua. Ada guru yang dari lokal atau dari dalam negeri juga. Tidak benar bahwa siswa diajar oleh native speaker terus-menerus. Siswa diajar oleh guru native speaker selama 1 bulan dan guru lokal selama 1 bulan (lama satu tingkat adalah 2 bulan). Jadi prosentasenya separuh-separuh.

Catatan :
(Per September 2015 guru native speaker hanya 2 minggu dan guru lokal selama 6 minggu) 

Wednesday, July 29, 2015

Pengalaman menggunakan Honda Spacy Helm In


Pengalaman menggunakan sepeda motor dengan persneling manual sudah biasa. Sekarang saya ceritakan pengalaman dengan sepeda motor perseneling automatic atau orang menyebutnya matic saja. Motor ini diawal-awalnya digunakan oleh kaum wanita namun rupanya kaum pria juga berminat untuk memakainya. Saya menggunakan sepeda motor Honda Spacy Helm In selama ini dapat saya ceritakan sebagai berikut.
Kelebihannya adalah :
  
-        Memiliki kecepatan yang lumayan bisa ngebut karena didukung oleh CC yang lumayan juga yaitu 110 CC.
 
-       Memiliki bagasi penyimpanan yang besar dibawah tempat duduk sehingga bisa dimasukkan helm didalamnya. Namun helm yang terlalu besar tidak akan muat.

-         Kapasitas tangki bensin besar yaitu mampu menampung sebanyak 5,5 liter.

-         Mudah penggunaannya karena tidak perlu menggunakan kaki untuk penggantian persneling.

-         Ada pengamannya, bila standard samping masih berdiri maka kendaraan tidak bisa di starter. Hal ini berguna untukmenghindari anak kecil yang bermain-main dan menekan tombol starter. Sebelumnya, sering terjadi anak kecil yang sedang bermain-main atau sedang duduk menunggu diatas kendaraan pada saat kendaraan hidup. Lalu mereka memainkan gas tangan sehingga kendaraan bergerak dan celaka. Hal ini tentu berbahaya sekali.

-        Pengaman kedua, rem belakang harus ditekan agar bisa di starter . Hal ini berguna agar kendaraan tidak loncat saat saat di starter.

Kekurangannya adalah :

-         Boros bensin. Hal ini disebabkan pada umumnya jenis matic lebih boros dibandingkan jenis yang manual.

-         Tempat duduk yang lebar membuat tidak nyaman pengendara sehingga pengendara cenderung memilih duduk di ujungnya saja. Padahal bila duduk di ujungnya saja maka posisi tersebut akan membenturkan dengkul kaki dengan sayap sepeda motor.

-         Bila sepeda motor berhenti, agak kesulitan untuk menahannya dengan 1 kaki. Hal ini disebabkan oleh tempat duduk yang tinggi dan lebar. Untuk orang yang badannya pendek akan terasa kesulitan.

-         Posisi tombol klakson diatas tombol lampu sign kiri-kanan. Hal ini agak menyulitkan jempol untuk menekannya karena posisi jempol biasanya dibawah. Pada sepeda motor Honda type sebelumnya posisi tombol klakson ada dibawah.

-         Bentuk body yang lebar dibagian belakang sehingga mengurangi kelincahan dalam bergerak.

-         Jarum penunjuk bensin tidak sesuai. Pada saat berada di warna merah seharusnya menandakan bahwa bensin sudah tinggal sedikit,

-         Shockbreaker  yang terlalu empuk mengakibatkan sering ban terkena bagian bawah body kendaraan. Apalagi bila bebannya 2 orang dan jalannya bergelombang.

Demikianlah apa yang saya rasakan dan alami selama mengendarai sepeda motor Spacy Helm In. Apakah anda merasakan hal yang sama ?